Gorontalo – Aktivis Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Daerah (AMMPD), Robin Bilondatu, kembali mengkritik pernyataan Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo, Irwan Dai, terkait pemberhentian pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Coretax.
Menurut Robin, Irwan tidak memahami substansi program dan cenderung asal bicara. “Beliau keliru jika menganggap pembatalan Bimtek semata karena faktor suka atau tidak suka terhadap oknum di Dinas PMD. Itu provokatif dan tidak berdasar,” ujar Robin dalam keterangannya, Jumat (23/05/2025).
Robin mempertanyakan dasar penghitungan Irwan soal potensi dana sebesar Rp 8 miliar yang masih bertahan di desa-desa. Ia menilai pelaksanaan Bimtek seharusnya bisa lebih efisien, seperti dilakukan secara daring atau di wilayah masing-masing, tanpa harus mengorbankan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
“Coretax bisa diakses via handphone. Tidak perlu pelatihan mahal-mahal jika hanya untuk memperkenalkan aplikasinya,” terangnya.
Robin juga menyinggung sikap Irwan yang baru kritis terhadap pemerintahan sekarang, namun pasif selama pemerintahan sebelumnya. “Padahal banyak penyimpangan terjadi saat itu, dan dia bagian dari kekuasaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Robin membandingkan Irwan dengan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo lainnya, Iskandar Mangopa, yang dinilainya lebih bijak dalam menyikapi persoalan Bimtek.
“Benar yang Pak Iskandar sampaikan bahwa ini bukan penghentian Bimtek secara paten, tapi justru merupakan evaluasi ke arah yang lebih baik ke depannya,” tandasnya.
Sebagai masukan, Robin pun menyarankan agar ke depan, pemerintah daerah lebih memberdayakan pelaku usaha lokal dalam pelaksanaan kegiatan agar roda ekonomi daerah tetap berputar.







Komentar