Gorontalo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo mengapresiasi langkah Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Sentra Tumou Tou Manado yang telah menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi masyarakat di Kabupaten Gorontalo.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rehabilitasi Anak Terlantar dan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gorontalo, Kamis (06/11/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat Kemensos, serta para penerima manfaat program ATENSI.
Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Sosial, khususnya Sentra Tumou Tou Manado, atas perhatian dan komitmen nyata dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak sosial bagi setiap warga, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Sofyan.
Bupati Sofyan menjelaskan bahwa program ATENSI bukan sekadar penyaluran bantuan material, melainkan pendekatan baru dalam penyelenggaraan rehabilitasi sosial yang menitikberatkan pada pemberdayaan dan penguatan kapasitas penerima manfaat agar mampu hidup mandiri dan produktif.
“Melalui ATENSI, pemerintah hadir memberikan dukungan yang komprehensif, mulai dari bantuan alat bantu, kebutuhan dasar, usaha ekonomi, hingga pendampingan sosial dan pelatihan keterampilan,” tambahnya.
Sofyan juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar program sosial seperti ATENSI dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinsos, serta pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan keberlanjutan program dan dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemkab Gorontalo berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Kementerian Sosial dalam pendataan, validasi penerima manfaat, serta pelaksanaan program rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, anak yatim, dan masyarakat miskin ekstrem.
“Sinergi ini sejalan dengan agenda nasional untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di daerah,” tegasnya.
Bupati Sofyan juga mengingatkan bahwa tantangan sosial di Kabupaten Gorontalo masih cukup kompleks, mulai dari keterbatasan ekonomi, akses pendidikan, hingga layanan sosial dasar. Karena itu, program seperti ATENSI dinilai sangat strategis karena tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk bangkit dan mandiri.
Kepada para penerima manfaat, Sofyan berpesan agar bantuan yang diterima disyukuri dan dimanfaatkan dengan baik.
“Gunakan bantuan ini sebagai modal untuk memperbaiki kehidupan, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan kemandirian. Pemerintah hadir untuk mendukung, namun keberhasilan sejati bergantung pada semangat dan usaha kita sendiri,” pesannya.
Menutup sambutannya, Sofyan menegaskan bahwa pembangunan sosial tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang pembangunan manusia dan kemanusiaan.
“Kita ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, setiap lansia dihormati, penyandang disabilitas berpartisipasi, dan setiap keluarga hidup sejahtera. Inilah semangat Kabupaten Gorontalo yang berdaya, maju, dan sejahtera untuk semua,” tutupnya.







Komentar