Gorontalo – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Umar Karim, menegaskan komitmennya mengawal berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses masa persidangan di Desa Huyula, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (11/02/2026).
Kegiatan tatap muka tersebut dihadiri ratusan warga dan turut didampingi perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo.
Dalam sambutannya, Umar Karim menjelaskan bahwa reses merupakan agenda konstitusional yang bertujuan menyerap langsung kebutuhan dan persoalan masyarakat di daerah pemilihan. Menurutnya, forum reses menjadi ruang strategis bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Reses ini menjadi momentum penting untuk mendengar langsung suara masyarakat. Semua usulan yang masuk akan kami catat dan perjuangkan melalui pembahasan program dan anggaran di tingkat provinsi,” kata Umar Karim.
Ia menambahkan, setiap aspirasi akan dipilah berdasarkan skala prioritas serta disesuaikan dengan kewenangan pemerintah provinsi. “Kami berkomitmen mengawal kebutuhan masyarakat agar dapat direalisasikan secara bertahap,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, warga Desa Huyula menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak. Salah satunya permohonan bantuan sambungan listrik untuk empat unit rumah yang hingga kini belum teraliri listrik secara memadai.
Selain itu, masyarakat mengusulkan bantuan sarana rukun duka dan majelis taklim berupa empat unit tenda, sekitar 200 kursi, serta satu paket sound system untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan.
Warga juga meminta pembangunan bronjong di bawah jembatan desa guna mencegah longsor yang berpotensi merusak infrastruktur jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Permasalahan banjir di Dusun Ilomata turut menjadi perhatian. Warga menyebut drainase di depan sekolah dasar tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras. Mereka berharap adanya pelebaran drainase serta pembangunan gorong-gorong dengan kapasitas lebih besar.
Selain itu, masyarakat Dusun Bolongga mengusulkan normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir. Aspirasi lainnya meliputi permintaan bantuan UMKM, Usaha Ekonomi Produktif (UEP), serta Program Keluarga (PK) guna mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
Warga juga mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang kerap terjadi, sehingga menyulitkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Umar Karim menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait, termasuk anggota DPRD Kabupaten Gorontalo.
“Terkait kelangkaan LPG, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk mencari solusi distribusi yang tepat agar tidak merugikan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh usulan warga akan diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah.
Kegiatan reses berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Warga berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan pembangunan desa.
Di akhir kegiatan, Umar Karim kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat Desa Huyula hingga masuk dalam program prioritas pembangunan daerah.
“Kami akan terus mengawal agar kebutuhan masyarakat dapat terealisasi secara bertahap,” pungkasnya.













Komentar