Boalemo – Aktivitas pengambilan material di Sungai Dimito yang sebelumnya menjadi sorotan publik akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak terkait. Kegiatan tersebut ditegaskan telah melalui proses mediasi resmi dan kesepakatan bersama dengan masyarakat serta pemerintah desa.
Dilansir dari definitif.id, perwakilan pihak pengusaha, Fajrin Urusi, menyampaikan bahwa sebelum kegiatan dilakukan telah dilaksanakan mediasi yang difasilitasi oleh aparat desa. Pertemuan tersebut turut melibatkan tokoh masyarakat dan pemilik lahan guna membahas rencana kegiatan secara terbuka.
Dalam hasil kesepakatan, pihak yang melakukan pengambilan material menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, di antaranya membantu pembangunan tiga masjid. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen melakukan normalisasi sungai, khususnya pada lahan milik warga yang terdampak.
Langkah ini diambil mengingat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan sehingga menyebabkan pengikisan tanah di sejumlah titik. Akibat kondisi tersebut, beberapa tanaman milik warga seperti pohon kelapa dan sawit dilaporkan jatuh karena tanah di sekitar aliran sungai tergerus.
“Pihak yang mengambil material di Sungai Dimito telah melakukan mediasi yang difasilitasi oleh aparat desa, serta rapat bersama tokoh masyarakat dan pemilik lahan. Hasilnya, kami bersedia membantu pembangunan tiga masjid dan melakukan normalisasi sungai di lahan warga yang terdampak,” ujar Fajrin.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman terhadap kegiatan yang telah melalui proses musyawarah dan kesepakatan bersama tersebut.







Komentar