Gorontalo – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung, Sulawesi Utara, memperkenalkan berbagai inovasi teknologi budidaya perikanan pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Jumat (19/06/2026).
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Yumina Bumina, yakni sistem budidaya terpadu yang menggabungkan akuakultur (budidaya ikan) dengan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Sistem ini memanfaatkan air kolam ikan yang kaya nutrisi sebagai sumber unsur hara bagi tanaman sayuran maupun buah-buahan.
Kepala BPPP Bitung, Natalia, menjelaskan bahwa teknologi Yumina Bumina merupakan solusi budidaya yang ramah lingkungan dan efisien karena mampu menghasilkan ikan, sayuran, dan buah-buahan dalam satu sistem budidaya.
“Melalui teknologi ini, masyarakat dapat melakukan budidaya perikanan yang dipadukan dengan penanaman sayuran dan buah-buahan, sehingga pemanfaatan lahan dan air menjadi lebih optimal,” ujarnya.
Selain Yumina Bumina, KKP juga memperkenalkan metode budidaya ikan dengan sistem bioflok. Menurut Natalia, teknologi tersebut sangat cocok diterapkan pada lahan terbatas karena mampu meningkatkan produktivitas melalui sistem padat tebar yang lebih tinggi dibandingkan kolam konvensional.
“Kalau dengan metode bioflok, padat tebar ikan bisa lebih banyak sehingga produksi dapat meningkat meskipun lahannya terbatas,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai perbedaan antara kolam tradisional dan kolam bioflok, Natalia mengatakan bahwa selain memiliki kapasitas produksi yang lebih tinggi, kualitas hasil budidaya bioflok juga dinilai lebih baik.
Menurutnya, budidaya ikan secara tradisional terkadang menghasilkan ikan yang beraroma lumpur akibat kondisi dasar kolam. Sementara itu, berdasarkan pengalaman para pembudidaya, ikan yang dihasilkan dari sistem bioflok memiliki cita rasa yang lebih baik dan tidak berbau lumpur.
Pengenalan berbagai teknologi budidaya tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembudidaya ikan dan masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. Inovasi tersebut juga diharapkan mampu mendukung peningkatan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat pembudidaya perikanan di Indonesia.








Komentar