Gorontalo – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Gorontalo. Ramainya aktivitas peserta, tamu, serta rangkaian kegiatan berskala nasional selama penyelenggaraan acara tersebut dinilai turut menggerakkan roda perekonomian daerah.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan geliat ekonomi itu terlihat secara nyata selama pelaksanaan PENAS. Berbagai kegiatan yang digelar tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga mendapat liputan luas dari media nasional.
“Secara kasat mata terjadi geliat ekonomi yang sangat signifikan. Banyak kegiatan yang ditampilkan di PENAS ini. Apalagi PENAS bersifat nasional sehingga diliput oleh berbagai media dan informasinya sampai kepada masyarakat luas,” ujar Gusnar, Minggu (21/06/2026).
Selain berdampak pada sektor ekonomi, penyelenggaraan PENAS XVII juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Gorontalo kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut Gusnar, kegiatan tersebut dapat membuka peluang bagi pengembangan sektor pariwisata dan investasi daerah.
Terkait rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Gusnar menyampaikan bahwa hingga saat ini jadwal kunjungan masih sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Pemerintah Provinsi Gorontalo (Pemprov) terus berkoordinasi dengan pihak terkait sambil menunggu kepastian dari protokol Istana Kepresidenan.
“Insya Allah saat ini masih tetap sesuai jadwal semula. Mudah-mudahan tidak ada perubahan. Kita tunggu besok, jika protokol Istana Kepresidenan sudah datang berarti semakin jelas,” katanya.
Menurut Gusnar, kehadiran Presiden akan menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Gorontalo yang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa belum genap dua bulan sejak Presiden meresmikan Program Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo.
Selain Presiden, sejumlah pejabat tinggi negara dijadwalkan menghadiri PENAS XVII. Di antaranya Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian, serta Wakil Menteri Kehutanan.
Sejumlah kepala daerah juga telah memastikan kehadiran mereka dalam agenda nasional tersebut. Gusnar menyebut beberapa gubernur telah mengonfirmasi kedatangan ke Gorontalo.
“Saya melihat beberapa gubernur sudah memegang tiket, di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Maluku, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda,” ungkapnya.
Gusnar berharap PENAS XVII tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan teknologi di bidang pertanian serta perikanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, kegiatan berskala nasional seperti PENAS dapat menjadi semangat baru bagi masyarakat Gorontalo untuk semakin terbuka dan aktif membangun jejaring di tingkat nasional.
“PENAS ini harus menjadi spirit baru bagi masyarakat Gorontalo. Kita harus bergaul secara nasional agar masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia semakin mengenal Gorontalo dan tertarik untuk datang ke sini,” tuturnya.
Pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat promosi potensi Gorontalo di tingkat nasional.













Komentar