Gorontalo – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Grand Bukit Proja, Kecamatan Limboto Barat, Kamis (06/08/2026).
Dalam sambutannya, Sofyan Puhi menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas Tim Pembina Posyandu dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas pelayanan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengapresiasi seluruh pihak, khususnya Tim Pembina Posyandu, narasumber, dan peserta yang berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan Posyandu. Peran aktif semua pihak sangat menentukan keberhasilan pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah diperluas mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Meski demikian, pelaksanaan bimtek kali ini difokuskan pada pengelolaan Posyandu di bidang kesehatan, terutama dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Berdasarkan data hingga Juli 2026, Kabupaten Gorontalo mencatat 12 kasus kematian ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas. Penyebab utamanya meliputi preeklamsia, perdarahan non-obstetrik, serta trauma obstetrik. Sementara itu, angka kematian neonatal dan bayi mencapai 36 kasus yang disebabkan oleh prematur atau berat badan lahir rendah (BBLR), asfiksia, infeksi, kelainan kongenital, penyakit jantung, dan gangguan paru-paru.
“Data ini harus menjadi perhatian bersama. Penurunan angka kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan terintegrasi,” tegasnya.
Menurut Sofyan, kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan daerah yang turut berpengaruh terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.
Ia juga meminta seluruh peserta memanfaatkan kegiatan bimtek untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep Posyandu enam bidang SPM, mulai dari mekanisme pelayanan, pencatatan, hingga pelaporan.
“Kepada seluruh peserta, ikutilah bimbingan teknis ini dengan sungguh-sungguh. Serap ilmu yang diberikan dan jadikan bekal dalam melakukan pembinaan, pendampingan, serta supervisi kepada kader Posyandu di desa dan kelurahan,” katanya.
Sofyan menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo akan terus mendukung penguatan kelembagaan Posyandu melalui peningkatan kapasitas kader, penyediaan sarana dan prasarana, serta penguatan sinergi lintas sektor agar Posyandu benar-benar menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar secara menyeluruh.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh Tim Pembina Posyandu untuk segera melakukan penyesuaian layanan sesuai ketentuan Posyandu enam bidang SPM sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan mampu menekan angka kematian ibu maupun bayi di Kabupaten Gorontalo.







Komentar