Gorontalo – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan pentingnya penguatan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak.
Hal itu disampaikan Sofyan Puhi saat memberikan sambutan pada Pertemuan Bimbingan Teknis Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026, yang berlangsung di Grand Bukit Proja, Kecamatan Limboto Barat, Sabtu (08/08/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sofyan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan, khususnya Tim Pembina Posyandu, narasumber, serta para peserta yang dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan Posyandu di Kabupaten Gorontalo.
Menurut Sofyan, keberadaan Posyandu memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah desa dan kelurahan melakukan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, peran Posyandu kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi diperluas ke dalam enam bidang SPM, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terpadu dan komprehensif,” ujar Sofyan.
Meski demikian, Sofyan menekankan bahwa pada kegiatan tersebut perhatian utama diarahkan pada pengelolaan Posyandu bidang kesehatan, terutama dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Sofyan mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2026 hingga Juli, tercatat 12 kasus kematian ibu yang meliputi ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas.
Sementara itu, jumlah kematian neonatal dan bayi tercatat sebanyak 36 kasus.
“Ini tentunya perlu menjadi perhatian kita bersama. Kita harus berkolaborasi untuk menurunkan kematian ibu dan bayi di Kabupaten Gorontalo,” tegasnya.
Ia menyebut, kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, upaya menurunkan AKI dan AKB tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang kuat dan terintegrasi.
“Angka kematian ibu dan angka kematian bayi bukan sekadar deretan data statistik, melainkan cerminan dari kualitas pelayanan publik dan kepedulian sosial kita bersama,” katanya.
Sofyan juga menegaskan bahwa setiap kasus kematian ibu dan bayi harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki sistem pelayanan, pendampingan, pencegahan, serta penanganan di lapangan.
Dalam kaitan itu, Sofyan meminta Tim Pembina Posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan memperkuat peran masing-masing dalam memastikan implementasi Posyandu enam bidang SPM berjalan secara optimal.
Ia berharap melalui kegiatan bimtek tersebut, para peserta dapat memahami konsep enam bidang SPM, mulai dari alur pelayanan hingga sistem pencatatan dan pelaporan.
“Segeralah lakukan penyesuaian layanan di Posyandu masing-masing agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, sehingga jumlah angka kematian ibu dan angka kematian bayi bisa menurun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, kata Sofyan, berkomitmen untuk terus memperkuat kelembagaan Posyandu, meningkatkan kapasitas kader, serta mendukung penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Kepada seluruh peserta bimtek, Bupati meminta agar kegiatan tersebut diikuti dengan serius dan tidak berhenti pada pemahaman teori semata.
Ia mendorong peserta aktif mendiskusikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan untuk kemudian dijadikan bekal dalam melakukan pendampingan, pembinaan, dan supervisi kepada para kader Posyandu.
“Kita ingin Posyandu di Kabupaten Gorontalo semakin optimal, memberikan manfaat nyata, serta mampu menjadi daya ungkit dalam pencapaian target indikator RPJMD Kabupaten Gorontalo,” tandasnya.







Komentar