Tingkatkan Minat Baca hingga Desa, Abd Waris Siapkan Program Perpustakaan Bergerak dan Pojok Baca OPD

paripurna.co.id Gorontalo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo terus mendorong peningkatan minat baca masyarakat melalui berbagai program yang menyasar hingga ke tingkat desa, sekolah, dan organisasi perangkat daerah (OPD).

Salah satu langkah yang disiapkan adalah program Perpustakaan Bergerak serta pengembangan Pojok Baca di setiap OPD guna mendekatkan akses literasi kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Festival Literasi Kabupaten Gorontalo di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Jumat (16/10/2026).

Abdul Waris menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Gorontalo dan Sekretaris Daerah (Sekda) agar peningkatan budaya membaca dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten hingga satuan pelayanan terkecil di desa dan sekolah.

“Sesuai arahan Pak Bupati dan Pak Sekda, peningkatan minat baca ini harus kita lakukan secara masif dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga ke tingkat desa. Tahun depan, kita memprioritaskan program Perpustakaan Bergerak serta mendekatkan pelayanan literasi langsung ke masyarakat,” ungkap Abdul Waris.

Selain program Perpustakaan Bergerak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo juga mendorong seluruh OPD menyediakan Pojok Baca di ruang tunggu maupun area resepsionis kantor masing-masing.

Koleksi buku yang disediakan nantinya disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) setiap OPD. Dengan demikian, masyarakat yang sedang mengakses pelayanan pemerintahan dapat memanfaatkan waktu untuk membaca sekaligus menambah pengetahuan sesuai bidang yang diminati.

Abdul Waris mencontohkan, Pojok Baca di Dinas Pertanian dapat menyediakan buku tentang budidaya tanaman, seperti padi dan durian. Sementara itu, OPD yang membidangi perikanan, perdagangan, dan pendidikan dapat menghadirkan koleksi bacaan yang relevan dengan sektor masing-masing.

“Misalnya di Dinas Pertanian, buku yang disediakan adalah seputar budidaya tanaman seperti padi atau durian. Begitu pula di Dinas Perikanan, Perdagangan, hingga Pendidikan. Dengan begitu, masyarakat yang sedang mengurus administrasi dapat menambah wawasan sesuai bidang pelayanan OPD tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan Pojok Baca di lingkungan perkantoran pemerintah diharapkan mampu menjadikan literasi sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Penguatan budaya membaca juga akan diarahkan hingga ke tingkat desa. Pada tahun mendatang, sebanyak 75 desa di Kabupaten Gorontalo direncanakan menerima bantuan buku perpustakaan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Setiap desa ditargetkan memperoleh sebanyak 1.000 buku dengan komposisi 400 judul buku.
Program tersebut diharapkan dapat memperkaya koleksi bacaan di perpustakaan desa sekaligus memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mengakses bahan bacaan yang berkualitas.

Ketersediaan buku di tingkat desa menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kebiasaan membaca, terutama bagi anak-anak, pelajar, dan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perpustakaan.

Abdul Waris menegaskan, pelaksanaan kegiatan literasi ke depan tidak hanya terpusat di tingkat kabupaten. Berbagai agenda, termasuk kegiatan resensi buku dan pemilihan perpustakaan desa terbaik, akan didorong agar berlangsung langsung di sekolah maupun desa.

Langkah ini dilakukan agar kegiatan literasi lebih dekat dengan masyarakat serta memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi satuan pendidikan dan pemerintah desa.

“Ke depan, kegiatan seperti resensi buku akan diselenggarakan langsung di tingkat sekolah atau satuan pendidikan. Begitu juga pemilihan perpustakaan desa terbaik, bisa kita tempatkan langsung di salah satu desa di tingkat kecamatan. Intinya, kita ingin memindahkan pelayanan literasi hingga ke unit terkecil,” pungkasnya.

Melalui program Perpustakaan Bergerak, Pojok Baca OPD, serta penguatan perpustakaan desa dan sekolah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo berupaya memperluas jangkauan layanan literasi sekaligus membangun budaya membaca yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Upaya ini diharapkan menjadikan literasi sebagai gerakan bersama, yang tumbuh dari lingkungan pemerintahan hingga ke desa-desa dan satuan pendidikan di Kabupaten Gorontalo.

Komentar