Gorontalo – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo akan menjadi tuan rumah Resepsi Hari Santri Nasional (HSN) 2026 bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Aula Tinepo, Mapolda Gorontalo.
Kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata paradigma Polisi Bersama Masyarakat, sekaligus menunjukkan keterbukaan Polda Gorontalo sebagai ruang penyelenggaraan kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan. Langkah ini sejalan dengan Commander’s Wish Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk memperkuat kehadiran Polri yang dekat, responsif, dan bekerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Rencana kegiatan tersebut dibahas dalam pertemuan Ketua PWNU Gorontalo Ibrahim T. Sore bersama Kapolda Gorontalo Irjen Pol Nurworo Danang di Markas Polda Gorontalo. Pertemuan itu menegaskan komitmen kedua institusi untuk memperkuat kemitraan dalam menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan, dan persatuan masyarakat.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Nurworo Danang menyambut positif penyelenggaraan Hari Santri Nasional di lingkungan Polda. Menurutnya, kepolisian harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan sosial, serta membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan dan tanggung jawab bersama.
“Polisi lahir dan tumbuh dari masyarakat. Setelah dia menjadi polisi, dia juga bersama masyarakat,” ujar Kapolda Gorontalo.
Ketua PWNU Gorontalo Ibrahim T. Sore menyampaikan bahwa pelaksanaan Hari Santri di Mapolda merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan ulama, santri, pesantren, dan kepolisian. Kemitraan tersebut diharapkan memperkuat nilai kebangsaan, kesadaran hukum, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, dengan rencana kehadiran sekitar 150 peserta dari unsur Nahdlatul Ulama, pesantren, santri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan jajaran kepolisian.
Penyelenggaraan Hari Santri Nasional di Polda Gorontalo juga sejalan dengan penguatan sinergi PBNU dan Polri di tingkat pusat. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebelumnya bersilaturahmi dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya serta Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) di Pesantren Tebuireng, Jombang, pada 17 Oktober 2026.
Sinergi PBNU-Polri di pusat dan PWNU-Polda Gorontalo di daerah memperlihatkan kesinambungan kemitraan ulama dan kepolisian. Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Polda Gorontalo menegaskan komitmennya sebagai institusi yang terbuka bagi kegiatan masyarakat serta terus memperkuat kerja sama untuk mewujudkan Gorontalo yang aman, kondusif, dan berkeadaban.







Komentar