Gorontalo – Penguatan kolaborasi dan konsolidasi organisasi menjadi harapan yang disampaikan perwakilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) Gorontalo, Gusnar Lubis Ismail, menyusul terpilihnya Darwis Ismail sebagai Ketua Umum ISKINDO periode 2026-2031.
Darwis terpilih melalui Kongres IV ISKINDO yang digelar di Jakarta pada 23 Oktober 2026. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam menghimpun potensi sarjana kelautan serta mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan maritim Indonesia.
Gusnar Lubis Ismail yang hadir langsung dalam kongres sebagai perwakilan DPW ISKINDO Gorontalo menyampaikan ucapan selamat kepada ketua umum terpilih. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan mengedepankan kebersamaan, profesionalisme, dan kepentingan organisasi.
“Selamat kepada Pak Darwis Ismail atas terpilihnya sebagai Ketua Umum ISKINDO periode 2026-2031. Saya berharap di bawah kepemimpinan beliau, ISKINDO semakin solid dan mampu mengambil peran lebih besar dalam memajukan sektor maritim Indonesia,” ujar Gusnar dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Gusnar, yang juga merupakan pemerhati kelautan dan wisata bahari, Ketua Komunitas Selam Sea Horse Scuba Dive 563, serta Sekretaris Jenderal Tani Nelayan PB IKA SMPPN 56-SMANTIG, menilai persatuan antarpengurus dan anggota menjadi salah satu kunci dalam menjalankan program organisasi.
Menurutnya, ISKINDO perlu terus membangun komunikasi dan kerja sama lintas sektor agar keahlian para sarjana kelautan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut, pelestarian lingkungan pesisir, serta pengembangan potensi wisata bahari.
“Organisasi profesi seperti ISKINDO memiliki tanggung jawab untuk mendorong lahirnya gagasan dan solusi atas berbagai tantangan kelautan. Karena itu, konsolidasi internal harus berjalan seiring dengan penguatan kemitraan bersama pemerintah, akademisi, pelaku usaha, nelayan, dan masyarakat pesisir,” katanya.
Ia berharap kepengurusan baru dapat membuka ruang partisipasi yang luas bagi seluruh anggota, termasuk pengurus wilayah, dalam merumuskan dan melaksanakan program kerja. Dengan demikian, keberadaan ISKINDO tidak hanya berfungsi sebagai wadah profesi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Gusnar juga menyoroti pentingnya pembangunan maritim yang memperhatikan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, pengembangan sektor kelautan harus didukung sumber daya manusia yang kompeten serta kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Potensi kelautan Indonesia sangat besar dan perlu dikelola secara bertanggung jawab. Kami berharap ISKINDO dapat berkontribusi melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, serta rekomendasi yang konstruktif untuk mendukung pembangunan maritim,” ungkapnya.
Sebagai perwakilan dari Gorontalo, Gusnar turut berharap potensi kelautan dan wisata bahari di daerah dapat memperoleh perhatian dalam agenda kerja organisasi ke depan. Kolaborasi antara pengurus pusat dan wilayah dinilai penting untuk memperluas pertukaran pengalaman serta mendorong pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan.
“Harapan kami, seluruh wilayah dapat terlibat aktif dalam membesarkan ISKINDO. Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang kuat, organisasi ini diharapkan semakin berkontribusi bagi masyarakat pesisir dan kemajuan maritim Indonesia,” tambahnya.
ISKINDO berdiri pada 2015 sebagai wadah bagi para sarjana kelautan dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang profesi. Terpilihnya Darwis Ismail untuk periode 2026-2031 diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jejaring profesional, dan meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan sektor kelautan nasional.











Komentar