Gorontalo – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menghadiri kegiatan Kick Off Road to Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Sport Center Limboto, Kamis (27/06/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo serta pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah pelaksanaan PENAS XVII tahun 2026.
“Kepercayaan ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo. Kehormatan ini harus kami wujudkan dalam bentuk tanggung jawab dan komitmen untuk mempersiapkan pelaksanaan PENAS XVII dengan sebaik-baiknya,” ujar Sofyan.
Ia menuturkan bahwa penunjukan Kabupaten Gorontalo sebagai lokasi pelaksanaan PENAS XVII telah melalui mekanisme seleksi oleh pengurus KTNA nasional. Dari enam daerah di Provinsi Gorontalo yang menjadi kandidat, Kabupaten Gorontalo akhirnya terpilih setelah dilakukan kunjungan verifikasi oleh pengurus KTNA pada Agustus 2023. Salah satu pertimbangan utama adalah ketersediaan fasilitas yang memadai.
Kabupaten Gorontalo sendiri merupakan salah satu daerah di Provinsi Gorontalo dengan luas wilayah mencapai 2.189,08 km² dan jumlah penduduk sekitar 418.244 jiwa. Terdiri dari 19 kecamatan dan 205 desa/kelurahan, kabupaten ini menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan daerah.
“Potensi lahan pertanian kami cukup luas, terdiri dari 16.694 hektare lahan sawah dan 164.312 hektare lahan kering. Komoditas unggulan daerah ini meliputi padi, jagung, cabai, bawang merah, tomat, pisang, durian, kelapa, tebu, dan cengkeh,” tambahnya.
Kegiatan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 akan dipusatkan di Kecamatan Limboto, ibu kota Kabupaten Gorontalo. Menurut Sofyan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan pendapatan para petani, nelayan, dan peternak, sekaligus menggerakkan perekonomian dan mempromosikan pariwisata daerah.
“Kami berharap pelaksanaan PENAS ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, teknologi pertanian, serta peluang bisnis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Apalagi, sekitar 6.000 rumah warga di lima kecamatan yakni Limboto, Limboto Barat, Telaga, Telaga Biru, dan Telaga Jaya akan disewa sebagai tempat tinggal peserta selama sekitar enam hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini dengan menjual makanan, minuman, kue-kue, suvenir, dan oleh-oleh khas daerah.
“Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, kami pemerintah daerah berupaya optimal agar pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dapat terselenggara dengan lancar dan sukses,” tutupnya.







Komentar