Gorontalo – Menjelang peringatan Hari Patriotik 23 Januari, The Gorontalo Institute kembali membuka ruang dialog publik untuk menatap masa depan daerah. Melalui Gorontalo Strategic Dialogue (GSD), sejarah tidak sekadar dikenang, tetapi dijadikan pijakan strategis menuju 100 Tahun Gorontalo pada 2042.
Kegiatan Gorontalo Strategic Dialogue dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai, dan akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan kuota peserta terbatas. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog strategis untuk membaca ulang makna Hari Patriotik 23 Januari 1942 serta menghubungkannya dengan agenda besar pembangunan Gorontalo dalam dua dekade mendatang.
Founder The Gorontalo Institute, Dr. Funco Tanipu, S.T., M.A., menegaskan bahwa GSD bertujuan menjadikan sejarah sebagai fondasi berpikir dalam merumuskan arah masa depan daerah, bukan sekadar peringatan simbolik.
“Gorontalo Strategic Dialogue tidak menempatkan Hari Patriotik hanya sebagai peristiwa seremonial, tetapi sebagai memori kolektif yang harus dibaca ulang untuk menjawab tantangan Gorontalo ke depan,” ujar Funco, Kamis (22/01/2026).
Menurutnya, dialog ini akan membahas keterkaitan antara nilai-nilai patriotisme dengan strategi pembangunan jangka panjang, termasuk penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan daya saing ekonomi, pembangunan kualitas sumber daya manusia, serta ketahanan sosial dan lingkungan.
“Menuju Gorontalo 2042, kita membutuhkan diskursus yang strategis dan inklusif agar arah pembangunan daerah benar-benar berpijak pada sejarah, realitas, dan kebutuhan masa depan,” katanya.
Gorontalo Strategic Dialogue akan menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor dan latar belakang, yakni Dr. (H.C.) H. Rachmat Gobel (Anggota DPR RI), Drs. Roem Kono (Duta Besar Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina), Laksamana TNI (Purn.) A. R. Katili (Purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Laut RI), Drs. Bob Hippy (Pengusaha Nasional), Prof. Dr. Safri Nurmantu (Guru Besar FISIP UI sekaligus Ketua Presidium HPMIG Periode 1970-an), serta Dr. Funco Tanipu sebagai penggagas forum.
Diskusi akan dipandu oleh Nanda Poha selaku moderator. Penyelenggara menilai kehadiran para narasumber tersebut penting untuk memperkaya perspektif dialog, mulai dari refleksi historis, dinamika sosial-politik, hingga arah kebijakan dan pembangunan Gorontalo menuju 2042.
The Gorontalo Institute juga mendorong partisipasi publik agar GSD menjadi ruang bersama bagi masyarakat, pemuda, komunitas, akademisi, profesional, hingga diaspora Gorontalo untuk menyumbangkan gagasan dan pemikiran strategis.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam dialog ini. Namun perlu kami sampaikan bahwa kuota peserta Zoom terbatas, sehingga pendaftar diharapkan segera bergabung,” kata Funco.
Dialog ini diharapkan menjadi salah satu forum penting dalam membangun percakapan publik yang lebih terarah, kritis, dan visioner sebagai bagian dari upaya bersama menyongsong 100 Tahun Gorontalo pada 2042.








Komentar