Gorontalo – Sekolah Menengah Pertama (SMA) Negeri 1 Limboto, salah satu sekolah tertua di Provinsi Gorontalo, tengah menghadapi berbagai tantangan serius terkait kondisi infrastruktur. Sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan dan memerlukan perhatian segera, di antaranya pagar sekolah dan atap aula terbuka.
Pagar bagian belakang sekolah dilaporkan nyaris roboh akibat usia bangunan yang sudah tua. Sementara itu, atap aula terbuka mengalami kebocoran cukup parah, terutama saat musim hujan.
Kondisi ini menjadi perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2024 saat melakukan kunjungan kerja beberapa hari lalu.
Kepala SMA Negeri 1 Limboto, Ester Yunginger, membenarkan temuan tersebut dan menyampaikan harapan besar terhadap tindak lanjut dari kunjungan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi kunjungan tim Pansus kemarin. Melalui kunjungan itu, kami berharap proses perbaikan sejumlah fasilitas dapat dipermudah,” ujar Ester kepada wartawan, Kamis (17/04/2025).
Menurutnya, tim Pansus menemukan kondisi pagar belakang sekolah yang sudah memprihatinkan, serta atap aula yang bocor di berbagai titik.
Selain infrastruktur, Ester juga menyampaikan kekurangan sarana penunjang pembelajaran, seperti perangkat komputer yang sudah usang.
“Komputer yang kami miliki merupakan keluaran delapan tahun lalu. Sudah ketinggalan zaman dan perlu di-upgrade. Kami berharap kunjungan tim Pansus dapat membuka peluang untuk pengadaan perangkat yang lebih mutakhir,” jelasnya.
Ester berharap pihak eksekutif maupun legislatif dapat segera menindaklanjuti keluhan tersebut agar proses pembelajaran di sekolah dapat berjalan dengan lebih nyaman dan maksimal.
“Kami berharap semua ini bisa segera direalisasikan sesuai dengan anggaran yang tersedia,” pungkasnya.














Komentar