Gorontalo – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyoroti tingginya angka balita yang dikategorikan mengalami stunting di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
Berdasarkan data yang diterima, dari sekitar 1.000 balita di wilayah tersebut, tercatat 66 di antaranya masuk dalam kategori stunting. Namun, Komisi IV menilai perlu dilakukan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan validitas data tersebut.
“Secara perhitungan, memang mereka dikategorikan stunting. Tapi apakah secara kondisi fisik di lapangan sesuai dengan definisi operasional medis, saya belum bisa memastikan itu karena belum melihat langsung,” ujar anggota Komisi IV, dr. Sri Darsianti Tuna, usai melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Kabila, Kamis (24/04/2025).
Darsianti menambahkan, Komisi IV berencana melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan apakah data yang tercatat mencerminkan kondisi sebenarnya.
“Insya Allah, kami akan turun lagi ke lapangan untuk melihat apakah angka stunting yang cukup tinggi ini benar-benar mencerminkan kondisi balita yang mengalami stunting menurut standar medis atau gizi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Darsianti menegaskan pentingnya akurasi data dalam penanganan stunting agar program intervensi yang dilakukan dapat tepat sasaran dan efektif.
“Penanganan stunting tidak bisa hanya berdasarkan ukuran berat badan atau tinggi badan saja. Harus sesuai dengan definisi operasional yang jelas, agar upaya yang dilakukan benar-benar menyasar anak yang membutuhkan,” pungkasnya.







Komentar