Tarawih Keliling di Tabongo, Sekda Sugondo Makmur Soroti Kelangkaan Elpiji 3 Kg

paripurna.co.id Gorontalo – Suasana khusyuk Shalat Tarawih di Masjid Al Muhajirin, Desa Limehe Barat, Kecamatan Tabongo, Senin (23/02/2026), mendadak diwarnai pesan tegas dari pemerintah daerah. Di tengah hangatnya silaturahmi Ramadhan 1447 Hijriah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menyoroti langsung keluhan warga terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang belakangan meresahkan masyarakat.

Memimpin Tim Pemerintah Daerah dalam agenda Tarawih Keliling dan Silaturahmi Ramadhan, Sugondo menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen mendengar dan merespons persoalan riil yang dihadapi warga.

“Momentum Ramadhan ini harus kita jadikan sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan kepedulian. Pemerintah hadir bukan hanya untuk seremonial, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Sugondo dalam sambutannya.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan menjalankan ibadah di bulan suci, sekaligus menjaga persatuan dan stabilitas sosial di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kondisi daerah tetap aman dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Sugondo juga menyerahkan secara simbolis voucher insentif kepada para pemangku adat. Pemberian itu merupakan bentuk komitmen rutin Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menghargai peran tokoh adat sebagai penjaga nilai budaya dan harmoni sosial di daerah.

Namun, perhatian utama malam itu tertuju pada laporan warga mengenai sulitnya memperoleh gas elpiji 3 kilogram. Menanggapi hal tersebut, Sugondo menyampaikan instruksi langsung dari Bupati Gorontalo agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti secara serius.

“Bapak Bupati memberikan pesan tegas yang harus segera ditindaklanjuti. Saat ini masyarakat sangat membutuhkan gas elpiji, sementara laporan kelangkaan mulai masuk. Saya minta camat segera turun tangan,” tegasnya.

Ia meminta Camat Tabongo bersama jajaran terkait melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan tidak terjadi penyimpangan.

Sekda juga mengingatkan agar tidak ada pangkalan yang bermain-main dengan distribusi maupun harga. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan segan mengambil langkah administratif hingga merekomendasikan pencabutan izin operasional apabila ditemukan pelanggaran.

“Untuk pangkalan yang nakal, segera beri catatan dan tindak lanjuti. Jika terbukti melakukan penimbunan atau menjual di atas harga eceran tertinggi, jangan ragu mengusulkan pencabutan izin operasionalnya,” tandas Sugondo.

Agenda Tarawih Keliling tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gorontalo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Camat Tabongo, serta jajaran Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Gorontalo.

Melalui langkah tegas itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo berharap kekhusyukan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadhan tidak terganggu persoalan kebutuhan pokok, khususnya ketersediaan gas elpiji 3 kilogram, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.

Komentar