Jembatan Merah Putih Desa Buhu Miring, PUPR Segera Koordinasi Penanganan

paripurna.co.id Gorontalo – Kondisi Jembatan Merah Putih NKRI di Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, memicu kekhawatiran warga setelah ditemukan kerusakan pada bagian struktur. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo pun turun langsung melakukan pengecekan lapangan, Rabu (25/03/2026).

Jembatan yang diresmikan pada 2019 itu memiliki panjang sekitar 52 meter dan lebar 3 meter. Infrastruktur tersebut merupakan jenis jembatan Bailey yang dilengkapi abutment di kedua ujung serta satu pier di bagian tengah.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo, Risman Umar, mengungkapkan bahwa hasil pengecekan menunjukkan adanya kemiringan pada abutment jembatan yang berpotensi membahayakan.

“Setelah dilakukan pengecekan, ternyata abutment jembatan itu sudah miring dan saat ini dilakukan penanganan darurat oleh masyarakat sekitar,” ujar Risman.

Ia menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi penghubung beberapa wilayah. Terlebih, akses alternatif di sekitar lokasi juga terganggu akibat putusnya jembatan lain di Dusun Perintis, Desa Iloponu.

“Kalau tidak segera ditangani, ini bisa memutus akses masyarakat. Apalagi jembatan di sebelahnya juga sudah putus, sehingga warga sangat bergantung pada jembatan ini,” tambahnya.

Risman menegaskan, laporan masyarakat yang diterima pihaknya terbukti benar setelah dilakukan peninjauan langsung di lapangan.

“Setelah kami kunjungi, memang benar ada kerusakan pada struktur abutment. Ini yang harus segera ditindaklanjuti,” katanya.

Namun demikian, pihaknya masih perlu memastikan status kepemilikan jembatan tersebut sebelum melakukan perbaikan lebih lanjut. Pasalnya, pembangunan jembatan itu melibatkan TNI dengan sumber anggaran dari Pemerintah Provinsi, sementara ruas jalannya merupakan kewenangan kabupaten.

“Kami akan mengklarifikasi dulu status jembatan ini, apakah masuk aset provinsi atau bukan. Setelah itu baru kita bisa lakukan langkah perbaikan dengan koordinasi yang jelas,” jelas Risman.

Ia optimistis, kerusakan yang terjadi masih dalam tahap awal dan masih dapat diselamatkan jika segera ditangani.

“Ini baru kerusakan ringan, masih bisa diselamatkan. Kalau tidak, dampaknya bisa lebih luas, bahkan jembatan bisa ambruk dan terbawa arus banjir,” tegasnya.

Lebih lanjut, Risman menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menyamakan langkah penanganan.

“Informasi yang kami terima, Pemerintah Provinsi juga sudah turun dan melakukan pengukuran. Ini yang akan kami koordinasikan lebih lanjut,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski saat ini masih dalam suasana work from anywhere (WFA), pihaknya tetap merespons cepat aspirasi masyarakat dengan turun langsung ke lapangan.

“Ini bentuk respon kami terhadap aspirasi masyarakat. Kami ingin memastikan informasi yang diterima sesuai dengan fakta di lapangan,” pungkasnya.

Komentar