Gorontalo – Ketua Panitia Raja Ronggolawe Cup I, Yong Herry, menjelaskan bahwa lomba burung berkicau yang digelar kali ini menggunakan sistem penilaian berdasarkan pakem Event Organizer (EO) Ronggolawe.
“Untuk lomba ini, kami menggunakan pakem EO Ronggolawe. Aturan penilaiannya tentu mengacu pada kualitas burung berkicau,” jelas Yong Herry saat diwawancarai awak media, Minggu (10/05/2026).
Ia menerangkan, terdapat tiga aspek utama yang menjadi dasar penilaian dalam perlombaan tersebut. Pertama, durasi kerja atau keaktifan burung saat berkicau. Kedua, irama lagu atau variasi suara. Ketiga, volume suara burung.
“Raja Ronggolawe Cup I melombakan 23 kelas dengan tujuh jenis burung. Jenis burung yang diperlombakan meliputi murai batu, sogon, kenari, lovebird, cucak ijo, dan pleci,” ujarnya.
Menurut Yong Herry, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti peserta lokal dari Gorontalo, tetapi juga menarik perhatian para kicau mania dari luar daerah.
“Kegiatan ini juga diikuti peserta dari Manado dan Palu,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan Raja Ronggolawe Cup I, panitia berharap kegiatan dapat berlangsung lancar, tertib, dan sukses, sekaligus menjadi pemantik semangat masyarakat dalam menyambut Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.









Komentar