Gorontalo – PT Harfia Construction Machinery memperkenalkan inovasi terbaru di bidang alat dan mesin pertanian (alsintan), yakni Traktor Crawler Harfia XCT-105, pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Minggu (21/06/2026).
Sales Manager PT Harfia Construction Machinery, Agus Setiawan, mengatakan XCT-105 merupakan traktor modern yang menggunakan roda rantai karet (crawler) sebagai pengganti roda konvensional. Teknologi tersebut memungkinkan alat bekerja optimal di berbagai kondisi lahan, mulai dari area berlumpur, rawa, hingga tanah gambut yang selama ini menjadi tantangan bagi petani.
Menurut Agus, traktor berbahan bakar solar tersebut memiliki kemampuan kerja yang lebih efisien dibandingkan hand traktor konvensional. Untuk mengolah lahan seluas satu hektare, XCT-105 hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.
“Berbeda dengan hand traktor pada umumnya yang memerlukan beberapa kali proses pengolahan lahan, XCT-105 cukup satu kali olah langsung jadi karena sudah menggunakan sistem rotari,” ujar Agus saat ditemui di area Expo PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo.
Ia menjelaskan, kehadiran teknologi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dinilai membuka peluang bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan industri alsintan, untuk menghadirkan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien.
“Awalnya petani banyak menggunakan alat tradisional. Dengan berkembangnya mekanisasi pertanian, Harfia hadir untuk memperkenalkan berbagai teknologi terbaru yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani,” katanya.
Agus menambahkan, seluruh unit yang dipamerkan pada PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo merupakan produk terbaru hasil pengembangan PT Harfia Construction Machinery. Berbagai pembaruan dilakukan berdasarkan evaluasi produk yang telah beredar sebelumnya serta hasil survei kebutuhan petani di lapangan.
“Khusus di Gorontalo, tercatat sudah ada sekitar 29 unit traktor crawler yang beroperasi. Namun, sebagian besar masih merupakan tipe sebelumnya. Inovasi terbaru ini lahir dari hasil survei dan penyerapan aspirasi petani Indonesia yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim research and development (R&D) untuk menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Melalui ajang PENAS Petani Nelayan XVII, PT Harfia Construction Machinery berharap teknologi alsintan modern yang diperkenalkan dapat menjadi solusi bagi petani dalam meningkatkan produktivitas usaha tani sekaligus mendukung percepatan modernisasi sektor pertanian nasional menuju tercapainya swasembada pangan.










Komentar