Gorontalo – Suasana religius menyelimuti Masjid Besar Baitul Ridha, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, saat masyarakat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Peringatan yang berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu pagi itu tidak hanya diisi dengan rangkaian doa dan syiar Islam. Tradisi khas masyarakat Gorontalo turut mewarnai pelaksanaan Maulid, termasuk penyampaian kisah perjalanan Rasulullah SAW menuju Sidratul Muntaha dalam bahasa Gorontalo.
Jamaah tampak mengikuti seluruh rangkaian dengan khidmat. Lantunan doa dan pesan-pesan keagamaan menjadi bagian dari momentum untuk kembali mengingat perjuangan sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Tonny Junus, Sekretaris Daerah (Sekda) Sugondo Makmur, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Telaga Jaya serta sejumlah undangan lainnya.
Kehadiran para pejabat daerah bersama masyarakat menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan sekaligus upaya menjaga tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Gorontalo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, yang menyampaikan sambutan pemerintah daerah mengingatkan bahwa peringatan Maulid seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan tahunan.
Menurut Sugondo, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus dibuktikan melalui sikap dan perbuatan dengan menjalankan ajaran yang telah diwariskan Nabi Muhammad SAW.
“Sejak tadi malam kita telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan sebagai bentuk pujian dan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Namun yang paling utama adalah bagaimana kecintaan itu diwujudkan dengan terus bershalawat, menjalankan ajaran beliau, serta melaksanakan segala yang diperintahkan Allah SWT,” kata Sugondo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan panitia yang telah menjaga pelaksanaan Maulid berjalan dengan baik.
Bagi pemerintah daerah, kegiatan keagamaan seperti Maulid memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Rangkaian Maulid kemudian berlanjut hingga Rabu pagi dan ditutup dengan tradisi walima.
Tradisi tersebut ditandai dengan pembagian sebagian hasil bumi kepada masyarakat sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Walima menjadi bagian yang menarik dalam pelaksanaan Maulid di Telaga Jaya. Tradisi ini memperlihatkan bahwa syiar keagamaan di Gorontalo berjalan beriringan dengan budaya lokal yang mengedepankan semangat berbagi dan kebersamaan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah dan panitia yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan luar biasa. Pemerintah tentunya akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius,” ujar Sugondo.
Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga setiap kegiatan yang di dalamnya terdapat syiar dan nilai-nilai agama senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Semoga Allah memberkati kampung kita, Kecamatan Telaga Jaya, dan seluruh Kabupaten Gorontalo,” tuturnya.
Di balik pelaksanaan Maulid tersebut, terdapat fakta menarik. Bupati Gorontalo Sofyan Puhi merupakan Ketua Takmirul Masjid Baitul Ridha Telaga Jaya, lokasi yang menjadi pusat pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Perpaduan antara syiar Islam dan tradisi walima menjadikan peringatan Maulid di Telaga Jaya bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta mempertahankan nilai budaya yang telah diwariskan masyarakat Gorontalo.











Komentar