Gorontalo – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) memperkuat disiplin dan profesionalisme, terutama dalam menghadapi evaluasi kinerja serta percepatan program pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Sofyan saat memimpin Apel KORPRI September 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), Hari Perhubungan Nasional, dan Hari Tani Nasional di Halaman Kantor Bupati Gorontalo, Kamis (17/09/2026).
Menurut Sofyan, apel KORPRI harus menjadi ruang evaluasi bagi ASN untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
“Setiap aparatur harus mampu menunjukkan tanggung jawab melalui kinerja yang terukur, disiplin dalam menjalankan tugas, serta pelayanan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Sofyan.
Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan. Realisasi anggaran, kata dia, harus berjalan seiring dengan prinsip akuntabilitas dan pencapaian target pembangunan.
Selain itu, Sofyan mendorong penguatan inovasi pelayanan publik dan kerja sama lintas sektor agar berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani secara lebih cepat dan tepat.
“Birokrasi harus adaptif. Jangan hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus mampu mencari solusi dan menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Sofyan turut mengingatkan anggota KORPRI untuk menjaga integritas, etika, dan netralitas ASN. Menurutnya, aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam amanatnya, Sofyan juga mengaitkan tiga peringatan nasional dengan agenda pembangunan daerah.
Haornas ke-43, menurut dia, menjadi pengingat pentingnya membangun masyarakat yang aktif dan bugar. Olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mendukung kesehatan dan produktivitas.
Sementara Hari Perhubungan Nasional ke-55 dinilai menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas serta pelayanan transportasi. Infrastruktur dan sistem perhubungan yang baik diperlukan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Adapun Hari Tani Nasional ke-66 menjadi pengingat terhadap pentingnya sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertanian harus terus dikembangkan melalui inovasi dan modernisasi, sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” tutur Sofyan.
Ia menilai olahraga, perhubungan, dan pertanian memiliki keterkaitan dengan pembangunan daerah. Kesehatan masyarakat, konektivitas wilayah, dan ketahanan pangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sofyan berharap momentum tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi dorongan bagi seluruh ASN dan pemangku kepentingan untuk memperkuat pengabdian.
“Jadikan setiap momentum sebagai pengingat untuk bekerja lebih disiplin, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” pungkasnya.









Komentar