Gorontalo – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mendorong penguatan fasilitas literasi yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan minat baca di Kabupaten Gorontalo. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan bahan bacaan yang relevan, pengembangan pojok baca di lingkungan pemerintahan, hingga penguatan kegiatan literasi bagi generasi muda.
Hal itu disampaikan Bupati Sofyan Puhi saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Festival Literasi yang berlangsung di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Rabu (14/10/2026).
Menurut Sofyan, tingkat literasi masyarakat masih perlu ditingkatkan melalui langkah nyata, terutama dengan memperluas akses terhadap bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
Ia menilai, salah satu faktor yang dapat memengaruhi rendahnya minat masyarakat mengunjungi perpustakaan adalah ketersediaan koleksi buku yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pembaca.
“Langkah pertama adalah memperluas akses dan fasilitasi. Masyarakat kurang tertarik datang ke perpustakaan mungkin karena referensi buku yang ada sudah lama dan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Sofyan.
Ia mencontohkan, petani membutuhkan referensi yang berkaitan langsung dengan pekerjaan mereka, seperti teknik budidaya jagung, metode penanaman yang baik, serta informasi pertanian yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas.
Karena itu, menurutnya, pengembangan perpustakaan harus diarahkan pada penyediaan koleksi yang bermanfaat bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari petani, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
“Jika petani datang, tetapi koleksi buku pertanian kurang, mereka tidak mendapatkan informasi yang dibutuhkan, seperti teknik penanaman jagung yang baik. Jika bacaan yang sesuai itu tersedia, tentu minat mereka akan meningkat,” jelasnya.
Pemkab Gorontalo Dorong Pojok Baca di OPD dan Kecamatan
Untuk memperluas jangkauan layanan literasi, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya menghadirkan pojok baca di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kantor camat.
Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap ruang pelayanan, tetapi juga menyediakan bahan bacaan yang relevan dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi.
Dengan demikian, akses terhadap informasi dan pengetahuan dapat semakin dekat dengan masyarakat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perpustakaan daerah.
Selain itu, penguatan literasi juga diarahkan hingga ke tingkat desa melalui optimalisasi perpustakaan desa dan pengembangan fasilitas membaca di wilayah kecamatan.
Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat membangun kebiasaan membaca secara lebih luas, sekaligus menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ruang Kreatif untuk Generasi Muda
Di sisi lain, Bupati Sofyan Puhi menekankan pentingnya pendekatan kreatif dalam membangun budaya membaca, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan literasi perlu dikemas secara menarik agar anak-anak dan kaum muda tidak hanya mengenal buku sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga menjadikan aktivitas membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan.
Sejumlah kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain lomba bertutur atau mendongeng, bedah buku interaktif, serta penyediaan ruang berkumpul yang positif melalui kafe literasi dan sudut baca.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap tumbuh ruang-ruang kreatif yang mampu mendorong anak muda mengembangkan minat, bakat, dan wawasan.
Penguatan literasi, lanjutnya, tidak cukup hanya dengan menyediakan buku, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang mendukung dan kegiatan yang mampu membangun ketertarikan masyarakat terhadap pengetahuan.
Bupati Imbau Masyarakat Waspadai Dampak Asap Kiriman
Selain membahas pengembangan literasi, Bupati Sofyan Puhi turut menanggapi kondisi udara dan kabut asap kiriman yang berdampak pada wilayah Kabupaten Gorontalo.
Ia mengatakan, pemerintah daerah telah menerbitkan surat edaran sejak dua bulan sebelumnya sebagai langkah antisipasi, terutama untuk menjaga lingkungan dan mencegah aktivitas pembakaran yang berpotensi memperburuk kondisi udara.
“Kami sudah mengeluarkan edaran untuk menjaga lingkungan dan melarang aktivitas pembakaran. Alhamdulillah, dari delapan titik yang terpantau sebelumnya, semuanya sudah berhasil kita atasi dan selesaikan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap menjaga lingkungan dan tidak membuka titik pembakaran baru agar kondisi udara tidak semakin memburuk.
Menurutnya, upaya mencegah kebakaran dan mengendalikan sumber asap membutuhkan kepedulian bersama, termasuk dengan menghindari aktivitas pembakaran yang dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan masyarakat.
Bupati juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara menurun, terutama saat kabut asap mulai menebal.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak membuat titik pembakaran baru agar asap tidak semakin tebal,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah ketika udara mulai pekat sebagai langkah perlindungan terhadap paparan asap.
Melalui penguatan fasilitas literasi dan imbauan menjaga lingkungan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun budaya membaca sekaligus menjaga kualitas lingkungan demi kesehatan dan kenyamanan bersama.










Komentar