Gorontalo – Tokoh masyarakat Kabupaten Gorontalo, Robin Bilondatu, menilai penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, merupakan bentuk penghargaan terhadap kepemimpinan yang dinilai menjunjung tinggi nilai-nilai adat, agama, dan budaya lokal.
Menurut Robin, pemberian gelar adat tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam karena Pulanga tidak hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga mencerminkan pengakuan terhadap dedikasi dan keteladanan seorang pemimpin dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Ia menilai, selama memimpin Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi menunjukkan perhatian terhadap pelestarian adat istiadat sebagai bagian penting dari identitas masyarakat dan arah pembangunan daerah.
“Selama dua tahun menakhodai roda pemerintahan, Bupati Sofyan Puhi telah membuktikan bahwa kemajuan daerah tidak boleh mengasingkan identitas budayanya. Beliau bukan sekadar sosok pemimpin yang religius dalam tatanan formalitas, melainkan seorang penggerak yang konsisten menjadikan adat istiadat sebagai pilar kearifan lokal. Di bawah arahannya, adat tidak diletakkan di belakang sebagai masa lalu, melainkan didorong ke depan sebagai kompas moral pembangunan,” ujar Robin dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Lebih lanjut, Robin menjelaskan bahwa kelayakan seorang pemimpin menerima gelar adat juga perlu dilihat dari sikap, perilaku, dan kemampuannya menjaga amanah. Ia menekankan pentingnya adab sebagai landasan dalam menjalankan kepemimpinan.
“Kita harus ingat sebuah ungkapan bijak bahwa adab kedudukannya lebih tinggi daripada ilmu. Seorang pemimpin yang berilmu tinggi tanpa dibarengi adab hanya akan melahirkan kebijakan yang dingin. Sebaliknya, Bupati Sofyan Puhi memimpin dengan adab, penuh rasa hormat, santun, dan menempatkan kemaslahatan masyarakat di atas segalanya. Sebagai kepala daerah yang taat beragama, beliau dikenal bersih, menjaga amanah dengan penuh tanggung jawab, dan sama sekali tidak memiliki cacat moral,” tambahnya.
Robin berpandangan, perpaduan antara nilai-nilai keagamaan, sikap santun, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap adat menjadi aspek penting dalam menilai kepemimpinan seorang kepala daerah.
Ia berharap penganugerahan gelar adat Pulanga dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus mendorong kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui capaian ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga melalui upaya menjaga nilai-nilai budaya, etika, serta karakter masyarakat.











Komentar