Gorontalo – Suasana malam yang cerah di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo, semakin semarak dengan digelarnya Jumpa Tokoh bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rahmat Gobel, Senin (03/11/2025) malam.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional 2025 itu dihadiri ratusan peserta Pramuka dari seluruh Indonesia. Mereka tampak antusias mengikuti sesi inspiratif bersama tokoh nasional asal Gorontalo tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rahmat Gobel mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari Gerakan Pramuka yang telah membentuk kepribadiannya sejak kecil.
“Saya sudah menjadi Pramuka sejak SD dan SMP. Rasanya bangga sekali memakai pakaian Pramuka dengan lambang regu yang penuh makna. Setiap Sabtu kami wajib pakai seragam Pramuka, membawa tongkat bambu, dan bendera. Melihat pembukaan Peran Saka pagi tadi, saya jadi teringat masa lalu dan merasa kagum serta bangga sampai sekarang,” ujar Rahmat Gobel.
Ia kemudian mengenang masa-masa saat aktif di kegiatan Pramuka, di mana dirinya sering dipercaya menjadi Komandan Regu bahkan Inspektur Upacara. Dari pengalaman itu, katanya, ia belajar arti tanggung jawab dan kepemimpinan, bekal penting yang membentuk perjalanan kariernya hingga kini.
“Kalau saya tidak pernah ikut Pramuka, mungkin saya tidak seperti sekarang. Pramuka adalah pendidikan yang luar biasa. Di sini kita belajar menjadi pemimpin, bukan hanya pemimpin yang pandai bicara, tapi pemimpin yang mau turun ke lapangan,” tegasnya.
Rahmat Gobel juga menekankan bahwa berbagai keterampilan dalam kegiatan kepramukaan, seperti tali-temali, morse, dan semapor, bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi mengandung filosofi dan nilai-nilai kepemimpinan yang mendalam.
“Itu semua adalah dasar untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan. Karena itu, berbahagialah adik-adik yang hadir malam ini. Ini adalah proses untuk menjadi pemimpin yang hebat dan mampu mengayomi,” ujarnya.
Menutup pesannya, politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengingatkan pentingnya menjaga kebanggaan terhadap identitas Pramuka serta menjadikannya sumber inspirasi dalam membangun Indonesia.
“Banggalah kalian menjadi seorang Pramuka. Jaga almamater dan nilai-nilai Pramuka kita. Karena Indonesia besar ini membutuhkan pemimpin masa depan yang berjiwa Pramuka, yang membela yang lemah, mengayomi sesama, dan memperjuangkan nilai-nilai bangsa,” pungkasnya.
Acara Jumpa Tokoh tersebut menjadi momen berharga bagi para peserta Peran Saka Nasional 2025, yang berkesempatan belajar langsung dari sosok pemimpin nasional yang tumbuh dengan semangat kepramukaan.







Komentar