Sambut Ramadhan, Dikbud Gorontalo Gelar Halal Bihalal dan Launching Pesantren Ramadhan

paripurna.co.id Gorontalo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo menggelar kegiatan halal bihalal dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (12/02/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran program Pesantren Ramadhan.

Acara itu dihadiri para kepala sekolah, koordinator wilayah (korwil), pengawas, serta penilik pendidikan se-Kabupaten Gorontalo.

Kepala Dikbud Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat soliditas jajaran pendidikan.

“Kami mengumpulkan seluruh kepala sekolah, korwil, pengawas, dan penilik untuk halal bihalal. Pertama, untuk meningkatkan silaturahmi, dan kedua untuk memupuk semangat serta daya juang agar tetap bersatu melaksanakan tugas-tugas sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati,” kata Waris.

Menurutnya, pemerintah daerah juga menekankan pembangunan sumber daya manusia yang religius, berbudaya, dan berkualitas.

“Jadi terkait bagaimana membangun sumber daya manusia yang religius, berbudaya, dan Insya Allah bisa kompetitif serta berkualitas,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris. (Foto: RRK/Paripurna)

Ia melanjutkan, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi melalui Asisten I Nawir Tondako, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal sekaligus menjadi momentum peluncuran Pesantren Ramadhan sebagai sarana pembinaan karakter.

“Bupati menyampaikan bahwa kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran Pesantren Ramadhan. Harapannya, kegiatan ini benar-benar menjadi ajang pembinaan karakter anak-anak, termasuk karakter pendidik dan tenaga kependidikan,” kata Waris.

Ia menambahkan, Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah derasnya arus informasi global.

“Produk pendidikan yang sangat penting adalah masalah karakter. Saat ini anak-anak sudah terpapar informasi secara masif, bahkan sejak usia TK sudah memegang telepon genggam, sehingga waktu berinteraksi dengan orang tua dan lingkungan sosial menjadi berkurang,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi perilaku generasi muda yang berpotensi menjauh dari nilai adat dan budaya lokal.

“Karena itu, pendidikan karakter harus diperkuat agar generasi muda tetap berpegang pada nilai adat Gorontalo, yakni adat bersendikan syara, dan syara bersendikan Kitabullah,” pungkasnya.

Komentar