Gorontalo – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu kembali ditegaskan. Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyerahkan sekaligus mematangkan proposal pembangunan program Sekolah Rakyat (SR) kepada Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia di Jakarta, Senin (23/02/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah daerah menghadirkan solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Gorontalo yang selama ini terkendala akses akibat faktor ekonomi.
Pertemuan berlangsung di area Cafe Kemensos “Selalu Ada” dan dihadiri langsung oleh jajaran delegasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Bupati Sofyan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Nawir Tondako, Kepala Dinas Sosial Afriyani Katili, Kepala Badan Keuangan Yanto Manan, serta Kepala Bagian Pemerintahan dan Kepala Bagian Hukum.
Dalam pemaparannya, Bupati Sofyan menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 50.600 meter persegi atau sekitar lima hektare di Desa Gandasari, Kecamatan Tolangohula. Lahan tersebut direncanakan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang akan difokuskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kami tidak hanya mengajukan proposal, tetapi juga menunjukkan kesiapan konkret dengan menyiapkan lahan yang representatif. Ini bentuk keseriusan kami agar program ini segera terealisasi,” ujar Sofyan.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat di wilayah Tolangohula akan menjadi pusat kegiatan belajar mengajar yang inklusif dan terjangkau, terutama bagi anak-anak yang selama ini berisiko putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Saat ini, usulan pembangunan tersebut memasuki tahap finalisasi kajian teknis lahan yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Gorontalo. Proses ini dinilai krusial untuk memastikan aspek legalitas dan kelayakan lahan sebelum pembangunan fisik dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPN agar seluruh aspek administrasi dan legalitas lahan dapat dipastikan aman. Kami ingin ketika pembangunan dimulai, tidak ada kendala hukum maupun teknis di lapangan,” jelasnya.
Bupati Sofyan juga menyampaikan rasa syukur atas respons positif dari pihak Kemensos terhadap proposal yang diajukan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
“Alhamdulillah, proposal pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Gorontalo telah diterima secara resmi. Ini adalah bentuk komitmen nyata kami untuk menjamin agar seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga prasejahtera, bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas,” kata Sofyan.
Intervensi Kemiskinan Secara Struktural
Program Sekolah Rakyat merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat melalui Kemensos dan pemerintah daerah dalam mengintervensi persoalan kemiskinan secara struktural, khususnya melalui sektor pendidikan. Program ini dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat di Kecamatan Tolangohula, pemerintah daerah berharap pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Gorontalo dapat semakin optimal, termasuk menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan pendidikan.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk mengawal proses kajian teknis dan administrasi hingga tuntas. Pemerintah Kabupaten Gorontalo menargetkan tahapan selanjutnya dapat segera dilalui agar proses pembangunan bisa dimulai dalam waktu dekat.
“Kami berharap peletakan batu pertama dapat segera terlaksana. Ini bukan hanya tentang membangun gedung sekolah, tetapi tentang membangun masa depan generasi muda Kabupaten Gorontalo,” pungkasnya.







Komentar