Gorontalo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo terus mendorong penguatan budaya baca dan literasi di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui Lomba Pembuatan Resensi Buku Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Selasa (22/09/2026), di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca, memahami, menganalisis, dan menyampaikan kembali gagasan yang diperoleh dari sebuah buku.
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi menyampaikan bahwa lomba resensi buku berbasis koleksi perpustakaan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan gagasan secara baik serta bertanggung jawab.
“Lomba ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi menjadi ruang bagi peserta didik untuk membaca, memahami, menganalisis, dan menuangkan kembali gagasan yang mereka peroleh dari sebuah buku,” ujar Sofyan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan era digital yang menghadirkan arus informasi begitu cepat. Generasi muda, kata dia, perlu memiliki kemampuan untuk memilah dan menyaring informasi secara bijak.
Sofyan menilai, kebiasaan membaca buku dapat menjadi salah satu sarana untuk melatih daya nalar, memperluas wawasan, serta membangun kemampuan kritis sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Di era digital yang serba cepat ini, tantangan literasi yang kita hadapi semakin besar. Gempuran informasi menuntut kita, terutama generasi muda, untuk memiliki kemampuan menyaring informasi dengan bijak dan cerdas,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa perpustakaan saat ini telah mengalami transformasi. Perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran, informasi, kreativitas, sekaligus ruang inklusi sosial masyarakat.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh pihak untuk memaksimalkan koleksi yang tersedia di perpustakaan daerah sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, perpustakaan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman dan pengetahuan masa lalu dengan kebutuhan masa kini sekaligus menjadi bekal dalam mempersiapkan masa depan Kabupaten Gorontalo yang lebih maju, cerdas dan berdaya saing.
Pada kesempatan tersebut, Sofyan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan, di antaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Gorontalo, Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, para narasumber serta pihak lainnya.
Ia berharap kegiatan literasi seperti lomba resensi buku dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia di Kabupaten Gorontalo.
“Saya berharap sinergi kita hari ini menjadi bagian dari investasi besar untuk melahirkan generasi emas Gorontalo yang cerdas, literat, berkarakter dan berbudaya di masa mendatang,” tuturnya.
Bupati juga mengajak orang tua, guru, pihak sekolah, komunitas literasi dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendorong anak-anak mencintai buku dan ilmu pengetahuan.
Kegiatan pembekalan sekaligus pembukaan lomba tersebut kemudian secara resmi dinyatakan dibuka oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Gorontalo bersama Ketua DWP Kabupaten Gorontalo, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo bersama Ketua DWP, para Asisten Setda, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo, para narasumber serta peserta lomba.







Komentar