SSB Tibawa Gorontalo Hadapi Kendala Finansial Jelang Keberangkatan ke Jawa Barat, Pemprov ke Mana?

paripurna.co.id Gorontalo – Sekolah Sepak Bola (SSB) Tibawa Kabupaten Gorontalo yang terpilih sebagai perwakilan Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLISPI) Provinsi Gorontalo dalam ajang BLISPI Yout Cup U-14 di Cirebon, Jawa Barat, menghadapi kendala finansial menjelang keberangkatan mereka.

Diketahui, turnamen tersebut merupakan bagian dari langkah menuju Pentas Piala Dunia Pelajar 2025 Seri Nasional yang akan digelar di Cirebon. Tim SSB Tibawa yang terdiri dari 18 pemain dan 4 official itu dijadwalkan bertolak ke Cirebon pada 19 Februari 2025 besok. Namun, di balik semangat dan kerja keras para pemain, kendala finansial menjadi tantangan utama yang mereka hadapi.

Pihak SSB Tibawa, melalui Ilfandri Kadir menyampaikan, bahwa mereka masih membutuhkan dana sebesar Rp 26.300.000 (Dua Puluh Enam Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) untuk menutupi biaya akomodasi dan konsumsi selama mengikuti turnamen tersebut.

“Yang jadi pikiran kami ini untuk di sana nanti, karena pasti sampai di sana ada tempat tinggal, transport mobil ke Cirebon, dan makan tiap hari,” ungkapnya, Selasa (18/02/2025).

Berikut rincian kebutuhan dana untuk akomodasi dan konsumsi selama di Cirebon:

1. Transportasi: Bus PP Rp 150.000 per orang x 22 orang = Rp 3.300.000 x 2 = Rp 6.600.000

2. Penginapan: Hotel Rp 250.000 per kamar x 8 kamar = Rp 2.000.000 x 6 hari = Rp 12.000.000

3. Konsumsi: Makan dan minum Rp 50.000 per orang x 22 orang = Rp 1.100.000 x 7 hari = Rp 7.700.000

Jadi, total kebutuhan dana yang diperlukan adalah sebanyak Rp 26.300.000.

Pihak SSB Tibawa berharap ada dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, sponsor, maupun masyarakat, agar tim dapat berangkat dan bertanding membawa nama baik Gorontalo di tingkat nasional. Dengan bantuan yang diberikan, mereka optimistis dapat memberikan yang terbaik dalam ajang BLISPI Yout Cup U-14 di Cirebon.

Diberitakan sebelumnya, selama ini seluruh biaya perjalanan, akomodasi, dan kebutuhan lainnya dalam mengikuti turnamen ditanggung oleh orang tua peserta tanpa ada kontribusi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo. Kondisi ini membuat beberapa anak berbakat terpaksa gagal berangkat karena keterbatasan dana.

BLISPI Tak Punya Anggaran, Harapkan Dukungan Pemerintah

Sekretaris BLISPI Provinsi Gorontalo, Abdul Waris mengungkapkan, bahwa BLISPI tidak memiliki anggaran khusus untuk mendanai keikutsertaan tim dalam turnamen tersebut. “Sejak 2018 sampai sekarang, seluruh biaya perjalanan, konsumsi, dan kebutuhan lainnya ditanggung sepenuhnya oleh orang tua peserta, meskipun tim ini membawa nama Provinsi Gorontalo,” ujarnya, Minggu (16/02/2025).

Waris juga menegaskan, hingga saat ini Pemprov Gorontalo belum pernah memberikan bantuan untuk kegiatan BLISPI. Ia pun berharap, dengan akan dilantiknya Gubernur Gorontalo yang baru pada 20 Februari nanti, BLISPI bisa mendapatkan perhatian lebih. “Semoga dengan kepemimpinan baru, BLISPI Gorontalo mendapatkan dukungan yang lebih baik agar para pemain muda bisa berkompetisi dengan maksimal,” tandasnya.

Komentar