Gorontalo – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menggelar rapat kerja dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pada Senin (17/03/2025).
Rapat tersebut membahas program dan kegiatan yang akan dibiayai melalui APBD 2025, sekaligus mengkaji perlunya regulasi khusus tentang kepemudaan.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Komisi IV, Ghalib Lahidjun, menyoroti minimnya program strategis yang langsung menyasar kepemudaan. Ia menilai selama ini program yang ada cenderung bersifat seremonial tanpa arah yang jelas.
“Kepemudaan harus mendapat perhatian lebih, bukan hanya kegiatan seremonial. Kami ingin ada program yang benar-benar strategis dan berdampak luas,” ujarnya.
Salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut adalah alokasi anggaran Dispora yang mencapai Rp 1,1 miliar, namun sebagian besar diperuntukkan bagi program pramuka dan olahraga, sementara sektor kepemudaan nyaris tidak tersentuh.
“Dari Rp 1,1 miliar, sekitar Rp 900 juta dialokasikan untuk pramuka dan sisanya untuk olahraga. Jika tidak ada alokasi khusus untuk pemuda, sebaiknya nama dinasnya diubah saja menjadi Dinas Pramuka dan Olahraga,” kata Ghalib dengan nada kritis.
Oleh karena itu, pihaknya pun berharap Dispora bisa lebih memperhatikan kebutuhan kepemudaan secara menyeluruh, termasuk menginisiasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepemudaan agar program-program ke depan lebih terarah dan berkelanjutan.







Komentar