Jagung Petani Ditolak Bulog, Gubernur Gorontalo Desak Kabulog Segera Lakukan Pembelian

Daerah, Gorontalo, Headlines1173 Dilihat

paripurna.co.id Gorontalo – Sejumlah petani jagung di Provinsi Gorontalo mengeluhkan penolakan hasil panen oleh Perusahaan Umum (Perum) Bulog, meski jagung yang disetor diklaim telah memenuhi standar kadar air maksimal 14 persen.

Lifain, petani dari Gorontalo Utara, mengaku rugi jutaan rupiah karena jagungnya ditolak meski sudah dikeringkan sesuai ketentuan. Ia menyebut tidak ada penjelasan teknis dari Bulog terkait penolakan tersebut.

“Jagung kami sesuai standar, tapi tetap ditolak. Kami dirugikan karena biaya angkut dan waktu,” ujar Lifain, Jumat (09/05/2025).

Menurut Lifain, petani dari daerah lain seperti Boalemo dan Pohuwato juga mengalami hal serupa. Beberapa mengaku telah mengantri hingga tiga hari, namun tetap tidak diterima.

“Bayangkan, kami sudah jauh-jauh bawa jagung sesuai syarat, tapi tetap tidak diterima. Ongkos dan waktu kami habis,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendesak Kepala Bulog (Kabulog) Gorontalo untuk segera menyerap jagung petani.

“Saya minta Kabulog segera membeli jagung dari petani. Jangan abaikan mereka. Ini menyangkut kesejahteraan petani dan keberlanjutan program pertanian daerah,” tegas Gusnar.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail (kiri). (Foto: Ricky/Paripurna)

Gusnar juga menambahkan bahwa keluhan petani yang merasa dirugikan harus dijawab dengan tindakan, bukan pembiaran. Ia pun mengingatkan agar proses pembelian jagung oleh Bulog dilakukan secara transparan dan berkeadilan.

“Jangan sampai kepercayaan petani luntur. Jika jagung mereka sudah sesuai standar, maka tidak ada alasan untuk menolaknya. Ini menyangkut hajat hidup banyak orang,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Bulog Gorontalo belum memberikan keterangan resmi.

Komentar