Gorontalo – Harapan akan hadirnya pemimpin birokrasi yang bersih dan berintegritas kembali diuji di Kabupaten Gorontalo. Dari tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) yang telah lolos seleksi, dua di antaranya disebut-sebut memiliki catatan persoalan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, akankah roda pemerintahan terus berputar dengan beban yang sama?
Di tengah polemik tersebut, muncul suara dari tokoh pemuda Gustriman Aliwu, yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat yang vokal dan kritis. Menurut Gustriman, situasi ini tidak seharusnya menjadi beban tambahan bagi Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny Junus.
“Jangan ada lagi kata diulang. Panitia seleksi tentu telah menjalankan proses sesuai mekanisme yang sah dan terukur. Kini saatnya kita serahkan sepenuhnya kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk menentukan siapa yang paling layak memegang amanah ini,” ujar Gustriman, Sabtu (10/05/2025).
Gustriman menegaskan, Kabupaten Gorontalo tidak membutuhkan drama berkepanjangan, melainkan keputusan yang tegas dan langkah nyata demi masa depan daerah.
“Rakyat sudah lama menunggu gebrakan dari Sofyan-Tonny untuk mengubah wajah Kabupten Gorontalo dengan, sebagaimana yang tertuang dalam misi Restorasi 12,” tegasnya.
Gustriman juga mengingatkan pentingnya peran Sekda dalam sistem pemerintahan. Jabatan ini bukan sekadar posisi administratif, melainkan jantung dari gerak birokrasi dan pelaksana utama pembangunan.
“Siapa pun yang terpilih nantinya harus seseorang yang mampu berdiri tegak di tengah tekanan, bebas dari kepentingan pribadi, dan memiliki hati untuk melayani,” tandasnya.
Saat ini, publik menanti keputusan final dari Bupati Sofyan Puhi. Harapan masyarakat Kabupaten Gorontalo tertumpu pada sosok pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga bersih secara moral.







Komentar