Gorontalo – Pascabanjir bandang yang menerjang Desa Totopo, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, perhatian pemerintah daerah dinilai belum terlihat secara nyata. Di tengah kondisi tersebut, tokoh masyarakat setempat, Masykur Salam, memilih bergerak secara mandiri dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak, Rabu (31/12/2025).
Banjir bandang terjadi akibat meluapnya Sungai Totopo setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (30/12/2025) malam. Peristiwa itu mengakibatkan sedikitnya 51 rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi, disertai material lumpur yang terbawa hingga ke permukiman.
Sebagai bentuk kepedulian, Masykur Salam yang juga merupakan korban banjir menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak. Paket sembako yang dibagikan masing-masing berisi satu botol minyak goreng, beras seberat 2,5 kilogram, empat bungkus mi instan, serta gula pasir seberat setengah kilogram.
Masykur mengatakan, bantuan tersebut murni berasal dari inisiatif pribadi dan lahir dari rasa empati terhadap kondisi warga yang hingga kini masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat bencana.
“Saya juga sebagai korban banjir, tetapi tetap berusaha membantu warga lain yang terdampak. Ini saya lakukan semata-mata untuk meringankan beban mereka,” ujar Masykur, Kamis (01/01/2026).
Ia mengaku prihatin karena hingga beberapa hari setelah kejadian, belum terlihat adanya bantuan maupun langkah konkret dari pemerintah daerah untuk membantu warga terdampak banjir bandang di Desa Totopo.
“Sampai sekarang belum ada perhatian yang jelas dari pemerintah daerah, padahal warga sangat membutuhkan bantuan darurat,” katanya.
Masykur menegaskan, aksi kemanusiaan yang dilakukannya tidak memiliki muatan kepentingan apa pun, melainkan murni dorongan solidaritas antarwarga yang sama-sama merasakan dampak bencana.
“Saya memberikan sembako ini bukan untuk mencari apa-apa. Kami hanya ingin saling membantu di tengah kondisi sulit seperti ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah daerah segera hadir dan mengambil langkah nyata, baik dalam penyaluran bantuan darurat maupun penanganan jangka panjang guna mencegah banjir bandang kembali terulang di wilayah tersebut.
“Paling tidak ini bisa menjadi pembelajaran, bahwa penanganan sungai dan tanggul harus segera dibenahi agar bencana serupa tidak terus berulang,” tandasnya.







Komentar