Gorontalo – Nama Abdul Halim Radjiu bukanlah sosok asing di dunia olahraga, khususnya sepak takraw di Gorontalo. Pria kelahiran Kayubulan, Limboto, tahun 1991 itu dikenal sebagai atlet berprestasi yang kini mengemban amanah baru sebagai pelatih tim muda sepak takraw Gorontalo untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Penunjukan Halim dilakukan langsung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo, sebagai langkah strategis untuk memajukan cabang olahraga tersebut di daerah.
Deretan Prestasi Abdul Halim di Kancah Nasional dan Internasional:
1. SEA Games:
2011 (Indonesia): Medali Perak-Nomor Team
2017 (Kuala Lumpur): Medali Perak-Nomor Team
2022 (Vietnam): Medali Perunggu-Nomor Quadrant
2. Asian Games:
2018 (Indonesia): 1 Medali Emas, 1 Perak, 2 Perunggu
2023 (Hangzhou, China): Medali Perak
3. Pekan Olahraga Nasional (PON):
2012: Medali Emas-Nomor Team Regu (Gorontalo)
2016: 2 Medali Emas-Nomor Team Regu dan Quadrant (Gorontalo)
2021: 2 Medali Emas-Nomor Beregu dan Quadrant (Gorontalo)
2024: 1 Medali Emas dan 1 Perak-Nomor Beregu dan Quadrant (Gorontalo)
Kepada wartawan, Halim menyatakan kesiapannya untuk mengemban tanggung jawab sebagai pelatih. Ia menyadari bahwa dunia kepelatihan menuntut pendekatan dan strategi baru demi kemajuan sepak takraw Gorontalo.
“Ketika ditanya soal kesiapan, tentu saya sangat siap. Beberapa rekan juga sudah mendorong saya untuk berkontribusi memajukan sepak takraw di Gorontalo. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, serta dukungan keluarga, terutama istri tercinta dan para sahabat, saya siap menjalani peran baru ini,” ujar Halim.
Halim menambahkan, keputusan menjadi pelatih merupakan langkah besar dalam hidupnya.
“Saya harus meninggalkan zona nyaman sebagai atlet dan memulai dari nol sebagai pelatih. Saya akan belajar dari awal, membangun fondasi kuat, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan. Saya percaya, dengan kerja cerdas, dedikasi, dan semangat tinggi, saya bisa menjadi pelatih yang menginspirasi bagi atlet muda,” ungkapnya.
Meski aktif di dunia olahraga, Halim tak mengabaikan pendidikan. Saat ini, ia tengah menempuh studi S2 di Program Magister Pendidikan Jasmani, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
“Bagi saya, menyelesaikan studi tepat waktu adalah prioritas. Saya belajar membagi waktu antara kuliah dan aktivitas olahraga,” katanya.
Halim juga berpesan kepada mahasiswa lain agar tetap memprioritaskan pendidikan, meski memiliki kesibukan di luar kampus. Menurutnya, gelar akademik adalah modal penting untuk berkiprah di tengah masyarakat.
Dengan segudang prestasi dan semangat baru sebagai pelatih, Halim membuktikan dirinya sebagai sosok inspiratif di dunia olahraga. Ia diharapkan mampu melahirkan generasi baru atlet sepak takraw berprestasi dari Gorontalo.







Komentar