Gorontalo – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Gorontalo B, Sun Biki, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses masa persidangan pertama tahun 2025-2026 di Kantor Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Senin (27/10/2025).
Kegiatan reses tersebut dihadiri pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang antusias menyampaikan beragam persoalan, mulai dari infrastruktur, ekonomi, hingga pendidikan. Salah satu keluhan utama yang disampaikan warga ialah banjir yang kerap melanda Desa Datahu setiap kali turun hujan, bahkan dengan intensitas ringan.
Selain itu, warga juga mempertanyakan belum terealisasinya pembangunan jembatan gantung yang sebelumnya telah dijanjikan pemerintah.
“Dinas PUPR sudah datang memfoto lokasi, tapi belum ada realisasi. Kami juga heran, di sini banyak aktivitas ekonomi seperti pasar Kamis, pasar Minggu, dan gudang Alfamart, tapi dampaknya belum terasa bagi masyarakat,” ujar salah satu warga dalam sesi dialog tersebut.
Menanggapi hal itu, Sun Biki menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan realisasi pembangunan jembatan sepanjang 50 meter melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
“Tahun 2026 saya siapkan Rp200 juta melalui hibah keuangan daerah. Nilai estimasi jembatan sekitar Rp170 juta, jadi Insya Allah bisa kita realisasikan,” kata Sun Biki.
Selain infrastruktur, ia juga memaparkan sejumlah program bantuan ekonomi dan pendidikan yang akan disalurkan di wilayah setempat. Bantuan itu mencakup pengembangan usaha bengkel, alat produksi minyak kelapa kampung, beasiswa pendidikan, serta dukungan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan kelompok sosial masyarakat.
“Tahun ini ada tiga paket bantuan perbengkalan yang batal karena bengkelnya sudah tidak aktif. Saya berencana mengalihkan satu paket ke Datahu, asalkan bengkelnya layak. Ada juga beasiswa kuliah untuk empat orang masing-masing Rp2,5 juta, serta bantuan biaya hidup Rp5 juta per semester bagi mahasiswa baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, bantuan serupa juga akan diberikan kepada lima pelaku UMKM, dua penerima usaha ekonomi produktif (UEP) masing-masing senilai Rp2,5 juta, serta dukungan bagi rukun duka di desa tersebut.
Sebagai penutup, Sun Biki berharap seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan program pembangunan tahun anggaran mendatang, agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat luas.
“Reses seperti ini penting karena menjadi wadah kita menyerap langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi akan saya bawa ke DPRD untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme,” pungkasnya.







Komentar