Gorontalo – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Agus Pakaya, memberikan klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya yang menyebut dirinya bungkam dan sulit dihubungi pascabanjir bandang di Desa Totopo, Kecamatan Bilato.
Agus menjelaskan bahwa ketidakmampuannya merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp dari wartawan disebabkan oleh kerusakan pada telepon genggam miliknya.
“Handphone saya ini dari kemarin rusak. Saya mau hidupkan, baru hidup langsung mati ulang,” ujar Agus saat menghubungi Paripurna lewat panggilan WhatsApp, Jumat (02/01/2026).
Ia menegaskan bahwa dirinya mengetahui adanya panggilan dan pesan yang masuk, namun tidak dapat memberikan respons karena kondisi ponsel yang tidak berfungsi normal.
“Memang panggilan telepon bapak ada, pesan WhatsApp bapak juga ada. Tapi saya tidak bisa respons karena HP saya mati hidup, mati hidup. Jadi telepon tidak sempat saya angkat, WA juga tidak sempat saya balas,” jelasnya.
Agus mengaku, pada hari kejadian ia berupaya mencari tempat servis ponsel agar dapat kembali berkomunikasi secara normal.
“Kemarin itu saya lagi cari-cari tempat servis HP. Dan sekarang HP saya sudah diperbaiki, makanya sore hari ini saya langsung telepon bapak untuk klarifikasi,” katanya.
Menanggapi pemberitaan sebelumnya yang menyebut dirinya bungkam dan sulit dihubungi pascabanjir bandang di Desa Totopo, Agus menyatakan siap menerima konsekuensi.
“Saya siap salah, siap salah,” ucapnya singkat.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa meskipun tidak berangkat bersamaan dengan rombongan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, dirinya tetap terlibat dalam penanganan banjir bandang di Desa Totopo. Ia mengaku telah menyusul rombongan Sekda dalam kegiatan penyerahan bantuan.
“Tadi ba’da salat Jumat, saya menyusul ke rombongan Pak Sekda untuk penyerahan bantuan kepada warga terdampak banjir,” tandasnya.







Komentar