Gorontalo – Kondisi darurat memaksa warga Desa Ulobua, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, bergerak cepat. Jalan penghubung utama menuju desa tersebut diperbaiki secara swadaya setelah putus diterjang banjir.
Jalan yang diperbaiki berada di Dusun Durian, Desa Buhu, Kecamatan Tibawa. Akses tersebut merupakan satu-satunya jalur transportasi yang menghubungkan Desa Ulobua dengan wilayah sekitarnya.
Tokoh masyarakat Desa Ulobua sekaligus mantan Kepala Desa (Kades) Ulobua, Rahman Pakaya, mengatakan perbaikan jalan dilakukan secara mandiri karena belum adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah, sementara kondisi jalan bersifat mendesak.
“Jalan ini satu-satunya akses menuju Desa Ulobua. Kalau menunggu anggaran dari APBD Kabupaten, sampai sekarang belum ada, sementara kondisi sangat darurat,” kata Rahman kepada wartawan, Rabu (07/01/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat Desa Ulobua berinisiatif mengumpulkan bantuan secara swadaya, baik berupa material bangunan maupun tenaga. Hingga kini, sekitar 100 sak semen telah digunakan dalam proses perbaikan jalan tersebut.
“Masyarakat Ulobua berupaya semampunya. Ada yang menyumbang semen, ada juga yang menyumbang tenaga. Belakangan ini, satu sampai dua warga Desa Buhu juga ikut membantu meskipun hanya tenaga,” ujarnya.
Rahman berharap, pemerintah daerah dan juga DPRD Kabupaten Gorontalo dapat memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan akses transportasi antar desa.
“Harapan saya kepada pemerintah daerah, khususnya anggota DPRD, setiap ada aspirasi masyarakat apalagi menyangkut akses penghubung desa, minimal ada bantuan, baik berupa pikiran maupun tenaga,” tuturnya.
Ia menambahkan, pekerjaan perbaikan jalan sempat dimediasi olehnya sehingga pelaksanaannya dapat berjalan hingga hampir selesai.
“Alhamdulillah, setelah saya mediasi, sampai hari ini pekerjaan sudah hampir selesai,” katanya.
Rahman juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo. Namun, pihak PUPR meminta pengusulan perbaikan jalan dilakukan melalui proposal resmi.
“Saya sudah bertemu dengan Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kabupaten Gorontalo, tetapi mereka meminta harus ada proposal. Sementara jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat, kalau menunggu proposal prosesnya lama,” jelasnya.
Selain itu, ia juga telah menemui pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II terkait rencana perbaikan tanggul di sekitar lokasi jalan. Namun, pengajuan proposal kembali menjadi syarat utama.
“Saya juga sudah menemui pihak BWS Sulawesi II untuk perbaikan tanggul. Proposalnya sudah saya sampaikan ke Kepala Desa Buhu karena jalan ini masuk wilayah Desa Buhu, tetapi sampai hari ini proposal tersebut belum sampai ke saya,” pungkasnya.







Komentar