Dikritik Mantan Kades, Pj Kades Ulobua Tegaskan Tuduhan Kurang Greget Tangani Jalan Putus Tak Berdasar

paripurna.co.id Gorontalo – Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Ulobua, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Yunus Ardin, menanggapi kritik yang disampaikan mantan Kades Ulobua, Rahman Pakaya, terkait dinilai minimnya peran pemerintah desa dalam perbaikan jalan penghubung yang putus akibat banjir.

Jalan yang diperbaiki tersebut berada di Dusun Durian, Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, dan merupakan satu-satunya akses transportasi yang menghubungkan Desa Ulobua dengan wilayah sekitarnya. Perbaikan jalan saat ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

Yunus menilai pernyataan Rahman tidak berdasar dan bersifat subjektif. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap berperan dalam proses perbaikan jalan, meskipun tidak selalu hadir secara langsung di lokasi.

“Pernyataan itu tidak berdasar. Silakan ditanyakan kepada Sekretaris Desa atau kepada masyarakat, bagaimana sebenarnya peran saya. Saya kira masyarakat mengetahui,” kata Yunus kepada Paripurna, Rabu (07/01/2026).

Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya kurang menunjukkan kepemimpinan atau tidak peduli terhadap kondisi darurat yang dihadapi warga Desa Ulobua.

“Saya tidak setuju jika dikatakan saya kurang greget. Itu tidak benar dan tidak berdasar. Saya hadir dan memberikan perhatian penuh terhadap pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Yunus menjelaskan, pada hari pertama pelaksanaan perbaikan jalan, yakni Minggu, ia turun langsung ke lokasi bersama warga. Namun, pada hari-hari berikutnya, ia mengaku memiliki sejumlah agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan.

“Hari Minggu saya berada di lokasi dan bekerja bersama warga. Pada hari Senin, Selasa, dan Rabu saya memiliki agenda lain, baik di kecamatan maupun agenda kedinasan. Itu bukan berarti saya tidak peduli,” jelasnya.

Menurut Yunus, keterlibatannya tidak selalu harus ditunjukkan dengan kehadiran fisik setiap hari di lokasi pekerjaan. Ia menyebut tetap menjalankan peran koordinasi tanpa ingin menonjolkan diri.

“Saya tetap berperan meskipun tidak selalu terlihat di lapangan. Saya tidak ingin pamer. Yang terpenting pekerjaan jalan berjalan dan masyarakat terbantu,” katanya.

Terkait pelaksanaan kerja bakti warga, Yunus menyebut kegiatan gotong royong tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama. Ia mengakui bahwa Rahman Pakaya mengusulkan agar pekerjaan dilakukan pada hari Minggu, dan usulan tersebut disetujui.

“Itu merupakan saran beliau untuk bekerja pada hari Minggu, dan saya setujui. Saya juga mengarahkan agar undangan kerja bakti disampaikan melalui para kepala dusun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, partisipasi warga pada hari pertama cukup tinggi. Sementara pada hari-hari berikutnya, pekerjaan tetap berjalan meski tidak semua tokoh masyarakat selalu berada di lokasi.

“Hari Minggu banyak warga yang hadir. Hari ini saya berencana ke lokasi sekitar jam 2 sore karena masih ada warga yang bekerja. Informasi dari warga, tadi pagi Pak Rahman sempat hadir, namun kemudian sudah tidak berada di lokasi,” pungkasnya.

Komentar