Gorontalo – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai penutupan Festival Malam Qunut Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan Portal Tabongo, Desa Ilomanga, Kecamatan Tabongo, Kamis (05/03/2026). Wakil Bupati Gorontalo, Tony Junus, hadir sekaligus secara resmi menutup perhelatan tahunan tersebut.
Festival Malam Qunut merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kabupaten Gorontalo yang rutin dilaksanakan menjelang pertengahan bulan suci Ramadhan. Tradisi ini identik dengan sajian khas masyarakat, seperti jajanan berbahan dasar pisang dan kacang, yang menjadi ciri khas perayaan dan turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
Dalam sambutannya, Tony Junus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Tabongo yang terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut sebagai bagian dari kearifan lokal yang sarat nilai religius dan kebersamaan.
“Festival Malam Qunut bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi wujud nyata kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap tradisi yang bernilai ibadah,” ujar Tony.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menyemarakkan suasana Ramadhan, tetapi juga memperkuat silaturahmi antarwarga serta memberikan dampak ekonomi melalui geliat perdagangan dan kuliner selama festival berlangsung.
Pada pelaksanaan tahun ini, festival mengusung tema “Menebar Keberkahan Ramadhan dalam Harmoni Budaya.” Menurut Tony, tema tersebut mengandung pesan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum meningkatkan kualitas ibadah secara pribadi, tetapi juga kesempatan menebarkan kebaikan sosial dan mempererat persaudaraan.
“Harmoni budaya mencerminkan nilai-nilai keislaman yang berjalan selaras dengan adat dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Inilah kekuatan kita sebagai daerah yang religius sekaligus kaya budaya,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti Festival Malam Qunut mampu memperkuat sinergi antara nilai religius dan kearifan lokal, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan penuh keberkahan.
Pada kesempatan itu, Tony juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri dan peningkatan kualitas ibadah.
“Ramadhan adalah bulan pembentukan karakter yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, disiplin, dan semangat berbagi. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama bulan suci tetapi juga pada waktu-waktu selanjutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat nilai keagamaan sekaligus melestarikan budaya daerah. Menurutnya, pelestarian budaya dan penguatan nilai keagamaan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Mengakhiri sambutannya, Tony mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Kecamatan Tabongo, untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan sebagai identitas dan kebanggaan daerah agar harmoni antara nilai religius dan kearifan lokal tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Penutupan Festival Malam Qunut berlangsung tertib dan penuh keakraban, menjadi momentum mempererat hubungan sosial masyarakat dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah.







Komentar