Gorontalo – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dimanfaatkan Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Gorontalo untuk menggelar dialog publik yang mengupas kinerja satu tahun pemerintahan daerah, Sabtu (16/04/2026), di Hantaleya Cafe Limboto.
Mengangkat tema “Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Sofyan-Tony: Refleksi Arah Kebijakan antara Janji dan Realisasi”, forum ini mempertemukan pemerintah daerah dan kalangan pemuda dalam diskusi terbuka terkait capaian, tantangan, serta arah pembangunan di Kabupaten Gorontalo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, yang hadir dalam kegiatan tersebut memaparkan sejumlah poin strategis hasil dialog. Ia menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Peningkatan PAD menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. Ini juga perlu mendapat pengawalan dari kalangan pemuda,” ujar Sugondo saat diwawancarai wartawan.
Ia juga menegaskan peran Sekda sebagai Panglima Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertanggung jawab dalam penataan ASN. Menurutnya, ASN yang tidak menjalankan tugas secara maksimal dan tidak mendukung visi-misi kepala daerah perlu ditindak sesuai ketentuan.
“Ke depan, jika ada ASN yang melanggar atau tidak bekerja maksimal, akan ditindak secara tegas dan transparan. Ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kinerja pemerintahan,” tegasnya.
Selain itu, Sugondo menyoroti pentingnya penataan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih tepat sasaran dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam dialog tersebut, berbagai kritik juga mengemuka, mulai dari belum terealisasinya sejumlah janji politik, persoalan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, hingga kondisi infrastruktur jalan. Sugondo menilai seluruh masukan tersebut sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.
“Setiap kritik adalah bentuk kepedulian. Jika masyarakat masih mengkritik, itu berarti mereka ingin daerah ini menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil dialog akan diteruskan kepada Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tony Junus sebagai bahan perbaikan ke depan. Ia juga meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) lebih responsif terhadap kritik publik serta aktif menyampaikan capaian program pemerintah.
“Seluruh OPD harus menunjukkan kinerja nyata kepada masyarakat, tidak hanya saat event besar, tetapi juga dalam pelayanan yang berkelanjutan,” tandasnya.
Dialog publik ini menjadi wujud komitmen PMII dalam mengawal jalannya pemerintahan sekaligus memastikan kebijakan daerah tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.









Komentar