Domino Kian Diakui, ORADO Gorontalo Dorong Atlet Menuju Prestasi Lebih Tinggi

paripurna.co.id Gorontalo – Ketua Organisasi Olahraga Domino (ORADO) Kabupaten Gorontalo, Sarjon Adarani, menyampaikan apresiasi kepada para juara pada penutupan turnamen domino yang digelar Sabtu (25/04/2025).

Dalam sambutannya, Sarjon menegaskan bahwa capaian para peserta tidak hanya sekadar hasil kompetisi, tetapi juga menjadi langkah awal menuju jenjang yang lebih tinggi.

“Selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan kualitas terbaik. Ini bukan hanya kemenangan dalam sebuah turnamen, tetapi juga langkah awal menuju panggung yang lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan paradigma masyarakat terhadap olahraga domino. Menurutnya, permainan yang dahulu kerap dipandang sebelah mata kini mulai diakui sebagai olahraga yang mengedepankan kecerdasan dan strategi.

“Dulu, domino sering diidentikkan dengan praktik perjudian. Namun hari ini, kita berada di titik perubahan. Ini menjadi tugas bersama untuk membuktikan bahwa domino adalah olahraga resmi yang menjunjung tinggi kecerdasan, strategi, dan sportivitas,” tegasnya.

Turnamen tersebut melahirkan para juara di masing-masing grup. Pasangan Agus Yunus dan Saipul Yunus dari Gardu Menara Limutu berhasil meraih juara I setelah melalui pertandingan sengit. Posisi juara II ditempati Anton Ali dan Supriadi dari Patung Berdoa. Sementara itu, juara III diraih Adhys dan Ratno dari Gardu TFTT, serta juara IV oleh Roni Dali dan Wisnu Umar dari Gardu Idola.

Keberhasilan para juara dinilai tidak hanya soal peringkat, tetapi juga mencerminkan dedikasi, kerja keras, dan semangat juang tinggi. Mereka diharapkan mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional.

Sementara itu, kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Gorontalo, Rahmat Mohammad, yang hadir mewakili pemerintah daerah.

Dalam penutupannya, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan olahraga domino sebagai salah satu potensi prestasi daerah.

“Di tanah Gorontalo, domino tidak lagi sekadar permainan. Ia telah menjadi simbol perubahan, persatuan, dan harapan menuju prestasi yang lebih tinggi,” pungkas Rahmat.

Turnamen ini menjadi bukti bahwa domino telah bertransformasi menjadi olahraga yang kian mendapat pengakuan dan mampu menyatukan masyarakat melalui semangat kompetisi yang sehat.

Komentar