Gorontalo – Dampak kemarau panjang di Desa Molingkapoto Selatan, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, mulai mengancam penghidupan petani. Selain kesulitan air bersih, sejumlah warga dilaporkan mengalami gagal panen akibat kekurangan pasokan air.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo saat melakukan kunjungan lapangan, Sabtu (03/10/2026). Rombongan dipimpin Ketua Komisi I, Fadli Poha, dan diterima Sekretaris Desa Molingkapoto Selatan, Imran Kasim.
Imran menjelaskan, kekeringan telah dirasakan warga di empat dusun. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki telah dilakukan dengan dukungan sejumlah pihak, termasuk Brimob dan Balai Wilayah Sungai (BWS). Pemerintah juga menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Namun, persoalan yang tak kalah mendesak adalah pemulihan pertanian setelah sejumlah petani kehilangan hasil panen.
Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Siti Nur’ani Sompie, mengatakan penanganan kekeringan perlu disertai langkah konkret untuk membantu petani kembali bercocok tanam.
“Jangan sampai ketika hujan mulai turun, petani justru tidak bisa menanam kembali karena sudah kehilangan hasil panen dan tidak memiliki modal maupun bibit,” ujar Siti.
Ia mendorong pemerintah menyiapkan bantuan bibit gratis bagi petani terdampak agar lahan pertanian dapat kembali diolah saat kondisi cuaca memungkinkan.
“Kami berharap pemerintah segera menyiapkan skema bantuan bibit bagi petani yang gagal panen. Pemulihan harus direncanakan dari sekarang, bukan menunggu masyarakat semakin kesulitan,” tegasnya.
Selain mendorong bantuan pertanian, Komisi I mengingatkan pentingnya koordinasi antarpemerintah dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau, termasuk menghindari pembakaran rumput sembarangan.
Komisi I berharap penanganan dampak kemarau dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan air bersih hingga pemulihan sektor pertanian, agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi ketika musim hujan tiba.








Komentar