Gorontalo – Kebakaran lahan di Dusun III, Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, belum sepenuhnya padam meski telah berlangsung selama enam hari hingga Minggu (04/10/2026). Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo meminta pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera memperkuat upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.
Desakan itu muncul setelah Komisi I melakukan kunjungan kerja ke Desa Dunggala yang dipimpin Ketua Komisi I, Fadli Poha, dan diterima Kepala Desa Dunggala, Mulyadi Rahim.
Anggota Komisi I, Kristina Udoki, menilai penanganan kebakaran tidak boleh ditunda, terlebih lokasi api berada di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
“Api masih merambat, sehingga perlu langkah pemadaman secara langsung. Jangan sampai penanganan terlambat dan kebakaran meluas ke wilayah lain,” tegas Kristina.
Selain kebakaran, kemarau panjang juga menyebabkan krisis air bersih di Dusun I dan Dusun II serta gagal panen pada lahan pertanian masyarakat.
Kepala Desa Dunggala, Mulyadi Rahim, menjelaskan pemerintah desa telah membentuk tim untuk memantau kondisi lahan dan mendata aktivitas pemilik lahan. Warga juga diimbau tidak membakar lahan sembarangan karena wilayah Dunggala terhubung dengan Desa Miranti, sehingga api berpotensi menjalar.
Kristina mengatakan distribusi air bersih dari BPBD Kabupaten Bone Bolango telah dilakukan bersama dukungan pihak terkait. Namun, menurutnya, bantuan lanjutan masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Penanganan harus dilakukan secara terpadu. Selain memastikan api segera padam, pemerintah juga perlu menjaga ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan,” ujarnya.
Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo mendorong pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BPBD, PMI, dan instansi terkait meningkatkan koordinasi selama kemarau. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran sekaligus membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan dan gagal panen.








Komentar