Gorontalo – Panitia pelaksana Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional tahun 2025 mulai mencatat kedatangan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Hingga Kamis (31/10/2025), tercatat tiga kontingen pertama yang tiba, yakni dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kwartir Daerah (Kwarda) Riau.
Kedatangan para peserta tersebut dipusatkan di Gedung Kasmat Lahay Convention Center, Kabupaten Gorontalo, sebagai lokasi registrasi awal sebelum menuju ke bumi perkemahan.
Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Ranting Kerja Peran Saka Nasional, Rica Zariman, mengatakan bahwa proses kedatangan peserta sejauh ini berjalan dengan baik dan tertib.
“Sampai hari ini kita baru mencatat tiga kontingen yang sudah tiba, yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kwarda Riau. Untuk Riau ada sepuluh orang yang datang lebih dulu, sementara Sulawesi Utara satu kwartir cabang, dan Sulawesi Tengah dua kwartir cabang. Jadi total ada tiga kwartir cabang dari wilayah Sulawesi yang sudah hadir,” jelas Rica.
Ia memperkirakan puncak kedatangan peserta akan terjadi pada Jumat (01/11/2025), karena sebagian besar kontingen dari luar Pulau Sulawesi akan tiba melalui jalur udara di Bandara Djalaluddin Gorontalo.
“Kita perkirakan besok akan menjadi hari paling padat karena banyak kontingen luar Sulawesi yang tiba di Bandara Djalaluddin. Aula Kasmat Lahay akan penuh dengan peserta dan pimpinan kontingen yang melakukan registrasi,” ujarnya.
Untuk memperlancar proses administrasi, panitia telah menyiapkan lima loket pelayanan utama, yaitu:
Loket 1 – Verifikasi Data: Pemeriksaan jumlah dan status kontingen.
Loket 2 – Verifikasi Pembayaran Kenvi: Pencocokan data pembayaran oleh bendahara.
Loket 3 – Bidang Aparat: Penerbitan surat izin mendirikan tempat kemah.
Loket 4 – Tata Usaha & Administrasi: Pengumpulan SPPD dan surat tugas.
Loket 5 – Pengambilan Kit Peserta: Pembagian kaos, scarf, dan kartu identitas (ID card).
Selain itu, tersedia loket tambahan dari Pusdatin Kwartir Nasional dan Bidang Protokol untuk pembagian undangan pembukaan serta sosialisasi penggunaan aplikasi digital “Ayo Pramuka”, yang menjadi sistem integrasi kegiatan selama Peran Saka Nasional berlangsung.
“Kita gunakan aplikasi Ayo Pramuka sebagai sarana digital untuk seluruh kegiatan. Jadi semua informasi dan data peserta terintegrasi di situ,” kata Rica.
Lebih lanjut, Rica menuturkan bahwa setiap daerah hanya mengutus satu pimpinan kontingen (pinkon) untuk melakukan registrasi resmi, sedangkan peserta lainnya langsung diarahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Untuk registrasi, pinkon hanya satu orang yang mewakili daerahnya. Peserta lainnya diarahkan ke Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ke bumi perkemahan,” tutupnya.
Dengan sistem yang tertata dan dukungan lintas bidang, panitia memastikan seluruh tahapan registrasi berjalan lancar menjelang pembukaan resmi Peran Saka Nasional 2025 di Kabupaten Gorontalo.







Komentar