Siap-siap! Mulai 1 Februari Pengecer LPG 3 Kg Diganti

Headlines, Nasional1590 Dilihat

paripurna.co.id Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa mulai 1 Februari 2025, agen dan pangkalan akan menghentikan penjualan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram (Kg) kepada pengecer.

Langkah tersebut diambil untuk memperpendek rantai distribusi LPG bersubsidi dan memastikan lebih tepat sasaran.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menjelaskan, bahwa kebijakan itu bertujuan untuk mendorong pengecer LPG bersubsidi agar bertransformasi menjadi pangkalan. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah mendaftarkan usaha mereka melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Dengan pendaftaran usaha dan perolehan NIB (nomor induk berusaha) melalui OSS, rantai distribusi LPG akan lebih efisien, dan harga yang diterima masyarakat dapat sesuai dengan ketetapan pemerintah,” ungkap Yuliot, Jumat (31/01/2025).

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupaya menjaga daya beli masyarakat dengan memberikan subsidi untuk berbagai kebutuhan pokok, termasuk LPG 3 Kg.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyatakan, harga LPG 3 Kg yang dibayar masyarakat saat ini tidak mencerminkan harga sebenarnya. Barang tersebut disubsidi oleh pemerintah untuk meringankan beban masyarakat.

Menurutnya, saat ini LPG 3 Kg dijual kepada masyarakat seharga Rp 12.750 per tabung, padahal harga seharusnya adalah Rp 42.750 per tabung.

“Harga eceran LPG 3 Kg saat ini adalah Rp 12.750 per tabung (dari pangkalan resmi Pertamina ke agen penyalur), sementara harga yang seharusnya adalah Rp 42.750 per tabung,” jelasnya melalui akun Instagram resminya pada Rabu (08/01/2025).

Dengan harga yang berlaku saat ini, kata dia, pemerintah harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 30.000 per tabung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sehingganya, alokasi dana subsidi LPG 3 Kg sepanjang tahun 2024 mencapai Rp 80,2 triliun, dengan 40,3 juta pelanggan sebagai penerima manfaat.

“Subsidi dan kompensasi tidak hanya mendukung kelompok masyarakat yang paling rentan, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi kelas menengah,” tandasnya.

Komentar