Gorontalo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo merespons aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi, seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Mandiri.
Para mahasiswa tersebut menyampaikan aspirasi mereka di depan gedung DPRD Provinsi Gorontalo terkait kebijakan kampus yang dinilai membatasi aktivitas organisasi mahasiswa di lingkungan kampus, Kamis (20/03/2025).
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalib Lahidjun, menerima aspirasi para mahasiswa dan menegaskan bahwa DPRD akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak kampus, Dinas Pendidikan, yayasan, Lembaga Dikti, serta organisasi mahasiswa yang terdampak.
Langkah tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencari solusi yang adil dan menjaga marwah pendidikan di Gorontalo.
Ghalib menyatakan bahwa DPRD tidak hanya akan mendengar tuntutan mahasiswa, tetapi juga akan meminta klarifikasi dari pihak kampus guna memastikan keseimbangan informasi.
“Jika benar ada kebijakan yang menghambat kebebasan mahasiswa dalam berorganisasi secara sehat, tentu hal ini harus dikaji ulang. Organisasi mahasiswa yang dikelola dengan baik justru dapat mendorong pengembangan keterampilan dan wawasan mahasiswa,” ujar Ghalib.
Selain itu, Ghalib juga menegaskan jika ditemukan indikasi pungutan liar (pungli) atau kasus pelecehan seksual yang belum ditindaklanjuti secara tegas, pihaknya tidak akan ragu untuk merekomendasikan penyelidikan lebih lanjut kepada pihak berwenang.
Sementara itu, terkait kebijakan Drop Out (DO) terhadap mahasiswa, DPRD akan membahasnya secara mendalam dalam RDP guna memastikan keputusan yang diambil berpihak pada keadilan dan kepentingan dunia akademik.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung dengan damai, dan DPRD memastikan akan mengawal aspirasi mahasiswa agar persoalan ini dapat terselesaikan dengan baik. Dengan adanya RDP, diharapkan tercipta dialog konstruktif yang menghasilkan kebijakan yang inklusif dan adil bagi seluruh mahasiswa di Gorontalo.









Komentar