Gorontalo Utara – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pelemparan benda yang diduga berupa uang ke arah kerumunan massa yang hadir dalam kampanye Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara Nomor Urut 02, Thariq Modanggu dan Nurdjanah Yusuf Hasan, viral di media sosial (medsos).
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Desa Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, pada Selasa (15/04/2025) kemarin.
Yang menarik perhatian publik, lokasi kejadian disebut-sebut berada tak jauh dari Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gorontalo Utara, lembaga yang memiliki otoritas untuk mengawasi jalannya proses demokrasi, termasuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gorontalo Utara.
Dalam video yang beredar, terlihat ada pelemparan benda yang diduga berupa uang ke arah kerumunan massa yang hadir dalam kampanye. Aksi itu pun menuai reaksi beragam dari warganet, sebagian mengecam tindakan tersebut karena dinilai mencederai asas keadilan dalam proses demokrasi.
Terkait insiden itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bawaslu Gorontalo Utara maupun dari Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 02. Namun, aksi yang menyerupai praktik dugaan politik uang tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Pasal 187A dalam undang-undang tersebut menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk memengaruhi pemilih dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan, serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.
Publik pun mendesak agar Bawaslu segera melakukan investigasi dan memberikan tanggapan resmi atas kejadian tersebut, mengingat pentingnya menjaga integritas Pemilihan Umum (Pemilu) yang jujur dan adil.
“Jika ini benar, Bawaslu seharusnya segera bertindak dan menjadikan kejadian ini sebagai temuan yang diproses sesuai aturan, demi menjaga integritas pemilu yang jujur dan adil,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.








Komentar