Gorontalo – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menemukan kekurangan tenaga medis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tapa, Kabupaten Bone Bolango.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, dr. Sri Darsianti Tuna, mengungkapkan bahwa saat ini Puskesmas Tapa hanya memiliki satu dokter umum yang bertugas. Selain itu, meskipun telah tersedia fasilitas pelayanan gigi, belum ada dokter gigi yang ditempatkan di puskesmas tersebut.
“Idealnya, satu puskesmas memiliki dua dokter umum dan satu dokter gigi. Dengan begitu, pelayanan kesehatan bisa lebih optimal,” kata dr. Sri Darsianti Tuna usai kunjungan kerja ke Puskesmas Tapa pada Selasa (22/04/2025) kemarin.
Lebih lanjut, legislator yang akrab disapa dr. Yanti itu mendorong agar status Puskesmas Tapa dapat ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap. Hal ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan, khususnya dalam menangani kasus-kasus gawat darurat yang tidak memerlukan rujukan ke rumah sakit.
“Karena tidak semua kasus bisa ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit dan dibayarkan oleh BPJS. Ada sekitar 155 jenis penyakit yang harus ditangani terlebih dahulu di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit,” tandasnya.













Komentar