Gorontalo – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Gorontalo Utara, Kamis (24/07/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV menyoroti kondisi sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Muhammadiyah dan dinilai sangat memprihatinkan.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Gustam Ismail, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sekolah tersebut. Ia menyebut bahwa pada tahun ajaran ini, sekolah tersebut tidak menerima satu pun peserta didik baru.
“Tahun ini, sekolah ini tidak mendapatkan siswa baru. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ujar Gustam.
Menurut Gustam, minimnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMK Kesehatan Gorontalo Utara disebabkan oleh beberapa faktor.
“Yang pertama, secara geografis, lokasi sekolah ini cukup jauh dari akses transportasi. Hal ini menjadi salah satu alasan menurunnya minat masyarakat,” terangnya.
Selain itu, lanjut Gustam, kondisi sarana dan prasarana di sekolah tersebut juga masih sangat terbatas dan tidak mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
“Dan yang ketiga, yang paling memprihatinkan, adalah kondisi tenaga pendidik di sekolah ini,” tambahnya.
Gustam mengungkapkan bahwa jumlah siswa saat ini hanya tersisa 30 orang dari semua tingkatan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah.
“Jumlah siswa yang sedikit ini tentu akan mengurangi jumlah dana BOS yang masuk ke sekolah. Ini juga berpengaruh terhadap jumlah tenaga pendidik. Dari informasi yang kami terima dari kepala sekolah, hanya ada satu ASN yang mengajar di sini, dua orang guru honor provinsi, dan empat orang yang digaji melalui dana BOS,” jelasnya.
Ia menilai, kondisi tersebut merupakan akar persoalan yang harus segera dicarikan solusi agar sekolah dapat kembali bangkit.
“Ini akan menjadi bahan diskusi kami bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo. Kami ingin mencari solusi agar sekolah ini bisa tetap eksis dan kembali menarik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gustam menegaskan bahwa pihaknya juga akan mengundang pimpinan wilayah Muhammadiyah untuk membicarakan komitmen pengelolaan sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.
“Kami akan mengundang pimpinan Muhammadiyah untuk membicarakan sejauh mana peran mereka terhadap sekolah-sekolah yang mereka dirikan. Jangan sampai Muhammadiyah membangun sekolah, tapi akhirnya menjadi beban pemerintah provinsi, termasuk dalam hal pemenuhan tenaga pendidik,” pungkasnya.










Komentar