Gorontalo – Salah seorang warga Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, mempertanyakan keberadaan proyek pemeliharaan berkala ruas jalan Isimu-Batudaa yang tertera pada papan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo.
Papan proyek yang terpasang di wilayah Tibawa itu memuat informasi pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp7,85 miliar. Proyek tersebut tercatat dilaksanakan oleh PT Fajar Harapan Indah berdasarkan kontrak bernomor 620/KONT/PUPR-PKP-BM/JLN/VI/461/2024 tertanggal 6 Juni 2024, dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender serta masa pemeliharaan 365 hari kalender.
Namun, menurut warga, hingga saat ini belum terlihat adanya aktivitas pekerjaan jalan di wilayah Tibawa sebagaimana yang tertera di papan proyek tersebut.
“Saya lihat papan proyeknya sudah lama terpasang, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda pekerjaan jalan di wilayah Tibawa ini,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (21/10/2025).
Warga itu berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan agar masyarakat mengetahui sejauh mana progres pelaksanaan proyek tersebut.
“Kalau memang sudah dikerjakan di titik lain, sebaiknya diinformasikan juga ke masyarakat. Jangan sampai papan proyek hanya dipasang di Tibawa, tapi pekerjaannya tidak ada di Tibawa,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo, Meykowati Isa, menjelaskan bahwa proyek Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Isimu-Batudaa telah dilaksanakan pada tahun 2024.
“Pemeliharaan berkala ruas jalan Isimu-Batudaa sudah dilaksanakan pada tahun 2024 dengan nomor kontrak 620/KONT/PUPR-PKP-BM/JLN/VI/461/2024. Panjang penanganannya 3,7 kilometer yang berlokasi di Kecamatan Tabongo-Kecamatan Dungaliyo, mencakup Desa Tabongo Timur, Desa Limehe, Desa Ilomangga, Desa Tabongo Barat, dan Desa Dungaliyo,” jelas Meykowati, Rabu (22/10/2025)
Ia menegaskan bahwa penamaan ruas jalan “Isimu-Batudaa” merujuk pada jalur utama yang menghubungkan kedua wilayah tersebut, namun pekerjaan lapangannya menyesuaikan kondisi jalan yang mengalami kerusakan paling parah.
“Itu nama ruas jalannya Isimu-Batudaa, tapi pekerjaannya menyesuaikan kondisi lapangan yang prioritas rusak berat. Insya Allah, jika anggarannya ada, akan diperbaiki semua jalan,” tandasnya.








Komentar