Pascabanjir Bandang Totopo, Pemkab Gorontalo Koordinasi dengan BWS Usulkan Perbaikan Tanggul

paripurna.co.id Gorontalo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menindaklanjuti peninjauan pascabanjir bandang di Desa Totopo, Kecamatan Bilato, dengan melakukan koordinasi lintas instansi terkait pengusulan perbaikan tanggul Sungai Totopo.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo, Risman Umar, mengatakan koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, guna mempercepat penanganan dampak banjir.

“Atas instruksi Pak Sekda, kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait, yakni BPBD dan Dinas Sosial. Selanjutnya, Dinas PUPR yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air bersama Kepala Desa Totopo melakukan koordinasi langsung dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo,” ujar Risman, Selasa (06/01/2026).

Ia menjelaskan, sebelum pertemuan tatap muka tersebut, Pemkab Gorontalo telah lebih dulu menyampaikan surat pengusulan secara elektronik kepada Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo. Namun, pertemuan langsung tetap dilakukan untuk memperkuat dan memperjelas usulan penanganan.

“Surat itu sebenarnya sudah kami sampaikan secara elektronik. Hari ini kami juga melakukan pertemuan langsung dengan perwakilan dari BWS untuk membahas lebih detail,” jelasnya.

Dalam surat usulan tersebut, lanjut Risman, terdapat empat titik lokasi yang diajukan untuk segera mendapat penanganan, termasuk dua titik kritis di wilayah Sungai Totopo.

“Di dalam surat itu ada empat titik penanganan yang kami ajukan, dan untuk Desa Totopo sendiri ada dua titik yang perlu penanganan segera,” ungkapnya.

Risman menegaskan, usulan yang disampaikan ke BWS masih bersifat proposal dan akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku di BWS Sulawesi II Gorontalo.

“Tentu ini masih sebatas proposal. BWS akan melakukan penanganan sesuai dengan mekanisme yang ada di internal mereka. Untuk kepastiannya, kami masih menunggu tindak lanjut dari BWS,” katanya.

Selain berkoordinasi dengan BWS, Pemkab Gorontalo juga tengah menyiapkan langkah internal dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menetapkan status darurat bencana.

“Kami juga sedang berkoordinasi dengan BPBD untuk menetapkan kondisi ini sebagai status darurat bencana. Penetapan status darurat ini nantinya akan menjadi salah satu dokumen administrasi yang kami lampirkan dalam pengusulan ke BWS,” jelas Risman.

Ia menambahkan, apabila status darurat bencana tersebut telah ditetapkan oleh Bupati Gorontalo, seluruh dokumen pendukung akan segera diteruskan ke BWS Sulawesi II Gorontalo.

“Insya Allah, kalau status daruratnya sudah ditetapkan oleh Pak Bupati, seluruh administrasi akan segera kami teruskan ke BWS,” ujarnya.

Risman berharap, dengan lengkapnya dokumen dan usulan yang disampaikan, BWS Sulawesi II Gorontalo dapat segera melakukan penanganan terhadap kerusakan tanggul Sungai Totopo.

“Kami berharap besar, mudah-mudahan BWS bisa segera melakukan penanganan. Karena kalau melihat kemampuan keuangan daerah, kami belum memiliki anggaran spesifik untuk penanganan skala besar, selain anggaran penanganan darurat,” pungkasnya.

Komentar